Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Biogas dari Kombinasi Kotoran Sapi dengan Ampas Kopi

Ampas kopi diketahui mengandung karbon tinggi, lignin, serta kadar air rendah, sehingga berpotensi besar menjadi bahan biogas.

Kamis, 4 September 2025
A A
Ilustrasi instalasi biogas. Foto PPLH Bohorok.

Ilustrasi instalasi biogas. Foto PPLH Bohorok.

Share on FacebookShare on Twitter

Proyek G2G merupakan inisiatif pengembangan biogas berbasis kolaborasi mahasiswa lintas kampus, yang menggandeng SRE ITB (Society of Renewable Energy), Enter Nusantara, serta National Student Council sebagai mitra. Project Leader G2G, Firdaus Ilham menekankan kegiatan tersebut dapat menjadi wadah pembelajaran bersama terkait upaya mewujudkan transisi energi bersih di Indonesia.

“Kami membangun proyek ini dari nol, mulai dari perancangan, pendanaan, hingga eksekusi di lapangan. Kehadiran semua pihak hari ini sangat berarti untuk belajar dan bertukar wawasan, juga jaringan relasi yang bermanfaat,” kata dia.

Dukungan serupa datang dari Ketua SRE ITB 2024/2025, Inggar Pratiwi yang menyoroti pentingnya kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan sekitar.

Baca juga: Raden Wisnu, Perdagangan Orangutan karena Alasan Ekonomi hingga Hutan Primer Berkurang

“Sebagai komunitas di Bandung, kami merasa perlu peka terhadap pola konsumsi dan produksi di kota ini. Bandung memang dikenal sebagai kota wisata, tetapi di balik itu ada masalah limbah dan konsumsi yang belum sepenuhnya bertanggung jawab. Kolaborasi dengan G2G menjadi relevan sekaligus momentum untuk memberi kontribusi nyata,” jelas dia.

Acara ini diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari 4 perusahaan, 3 organisasi non-pemerintah (NGO), perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, hingga masyarakat umum dan akademisi dari sejumlah universitas di Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang presentasi hasil proyek, tetapi juga titik temu berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi sama, yakni membangun ekosistem energi terbarukan yang inklusif dan berkelanjutan. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ampas kopibiogasGround 2 GassITBtransisi energi bersih

Editor

Next Post
Ilustrasi proses iradiasi pada pangan. Foto BRIN.

Iradiasi Pangan untuk Kurangi Food Loss, Lebih Awet, dan Menekan Risiko Kontaminasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media