Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Biogas dari Kombinasi Kotoran Sapi dengan Ampas Kopi

Ampas kopi diketahui mengandung karbon tinggi, lignin, serta kadar air rendah, sehingga berpotensi besar menjadi bahan biogas.

Kamis, 4 September 2025
A A
Ilustrasi instalasi biogas. Foto PPLH Bohorok.

Ilustrasi instalasi biogas. Foto PPLH Bohorok.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hasil penelitian Tim Ground 2 Gass (G2G), bahwa pengembangan kombinasi kotoran sapi dengan ampas kopi di Desa Haurgombong, Kabupaten Sumedang berpotensi menjadi biogas. Mengingat limbah dua bahan organik tersebut melimpah di sana, namun belum termanfaatkan optimal.

Ampas kopi diketahui mengandung karbon tinggi, lignin, serta kadar air rendah, sehingga berpotensi besar menjadi bahan biogas. Tim G2G menekankan pentingnya menjaga keseimbangan rasio karbon dan nitrogen (C/N ratio), sebab kandungan kafein dalam kopi dapat menghambat kinerja bakteri penghasil metana.

Dari uji coba, penambahan 10 kilogram ampas kopi mampu meningkatkan kapasitas produksi biogas hingga mencukupi kebutuhan energi satu sampai dua rumah tangga per hari. Efisiensi ini diproyeksikan bisa menghemat biaya energi rumah tangga hingga Rp1,4 juta per tahun.

Baca juga: Kegempaan Meningkat, Tingkat Aktivitas Gunung Lokon Naik ke Level Siaga

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dalam Excursion Project bertajuk “Sinergi dan Inovasi Energi: Biogas sebagai Solusi Berkelanjutan” yang digelar Proyek G2G, Minggu, 1 Juni 2025 di Auditorium CC Timur, ITB Kampus Ganesha.

Salah satu pertanyaan yang muncul terkait kemungkinan penyimpanan biogas dalam tabung seperti LPG. Tim menjelaskan bahwa hal tersebut memungkinkan, asalkan menggunakan tabung khusus bertekanan yang aman untuk distribusi.

Acara ini juga menghadirkan perwakilan dari PT Biogas Channel serta komunitas pemilah sampah Savionger Salman ITB yang berbagi praktik baik dalam pengelolaan limbah domestik sebagai bagian dari ekosistem energi hijau.

Baca juga: Integrasi Sistem Pangan dan Pertanian Rendah Karbon Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ampas kopibiogasGround 2 GassITBtransisi energi bersih

Editor

Next Post
Ilustrasi proses iradiasi pada pangan. Foto BRIN.

Iradiasi Pangan untuk Kurangi Food Loss, Lebih Awet, dan Menekan Risiko Kontaminasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media