Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Uji Kesiapsiagaan Dampak Gempa M9,0 Selat Sunda Lewat IOWAVE25

Jumat, 26 September 2025
A A
Simulasi evakuasi gempa di Desa Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Foto Dok. BMKG.

Simulasi evakuasi gempa di Desa Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Total ada empat skenario tsunami yang diuji. Meliputi Skenario Megathrust Selat Sunda M9,0 pada 25 September 2025, Skenario Subduksi Makran Pakistan M9,0 pada 15 Oktober 2025, Skenario Non-Seismik (Gunung Api Fani Maore Mozambik) pada 25 Oktober 2025, dan Skenario Megathrust Utara Sumatera M9,2 pada 5 November 2025, bertepatan dengan Hari Kesadaran Tsunami Dunia (World Tsunami Awareness Day).

Kegiatan ini mencakup Table Top Exercise untuk menguji SOP, gladi komunikasi, hingga Simulasi Evakuasi Mandiri yang penting bagi masyarakat. Partisipasi Indonesia dalam IOWAVE25 disebut wujud nyata komitmen terhadap inisiatif global “Early Warning for All”. BMKG menekankan peringatan dini tsunami harus diwujudkan bukan hanya sebagai early warning atau peringatan dini, melainkan juga sebagai early action atau respons cepat.

Latihan IOWAVE 2025 juga mendorong masyarakat di daerah rawan tsunami untuk melaksanakan Latihan Evakuasi Mandiri, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Tsunami Ready Community. Masyarakat harus terlatih dan memahami bagaimana merespons peringatan tsunami, baik yang bersumber dari sistem InaTEWS.

Baca juga: Ancaman Lahan Sawah di Indonesia, Tidak Dilindungi dan Alih Fungsi Kian Mengkhawatirkan

“Tsunami adalah bencana low frequency (jarang terjadi), namun high impact (dampak tinggi) yang dapat merenggut puluhan hingga ribuan nyawa,” tutup Daryono.

Tujuan mulia InaTEWS adalah zero victims apabila terjadi gempa dan tsunami. Tujuan ini dapat tercapai jika semua komponen, baik pemerintah, lembaga, media, dan Masyarakat bersatu padu dan terlatih untuk merespons peringatan dengan cepat, tertib, dan terkendali. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGIndian Ocean Wave ExerciseSistem peringatan dini tsunamiSkenario Megathrust Selat Sunda M9

Editor

Next Post
Aksi pelajar untuk iklim di tepi lubang bekas tambang, Kalimantan Selatan. Foto dok. IPM

UGM dan IPB Bicara Soal Restorasi Hutan dan Reklamasi Bekas Tambang

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media