Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Catatan Rumphius, Gempa Bumi Pernah Meruntuhkan Bukit dan Membelah Tanah di Ambon

Meskipun ancaman gempa bumi dan tsunami tidak bisa dihilangkan di Ambon, namun bagaimana seluruh pihak dapat berkolaborasi untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Selasa, 18 Februari 2025
A A
Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu pada 2018. Foto Adi Permana/ITB.

Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu pada 2018. Foto Adi Permana/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sabtu, 17 Februari 1674 atau 351 tahun lalu, gempa mengguncang kuat Kota Ambon, Maluku. Membuat lonceng-lonceng di Benteng Victoria bergoyang. Orang-orang yang berdiri tegak pun terlempar ke tanah saat bumi bergelombang seperti gulungan air laut.

Gempa bumi itu membuat masyarakat Ambon kalut dalam kepanikan. Gempa yang bertepatan dengan puncak perayaan Tahun Baru Imlek itu menyebabkan kerusakan sangat parah, seperti tanah terbelah hingga bukit runtuh secara tiba-tiba di Leitimor

“Kekuatan gempa juga telah mengakibatkan tsunami dahsyat, terutama di pesisir Utara Pulau Ambon,” kata Deputi Bidang Geofisika, Nelly Florida Riama saat menjelaskan dalam Webinar “Peringatan Tsunami Ambon 1674: Sepenggal Kisah Berharga Zaman Kolonial, Bekal Menuju Ambon Tsunami Ready”, Selasa, 18 Februari 2025.

Baca juga: Ini Perubahan Pasal-pasal dalam UU Minerba yang Disahkan DPR

Berdasarkan catatan Georg Eberhard Rumphius (1962-1702), seorang ilmuwan Belanda yang mencatat peristiwa gempa bumi dan tsunami Ambon tersebut, guncangan keras itu melanda seluruh Pulau Ambon dan pulau-pulau di sekitarnya.

Sesaat setelah gempa bumi, pesisir Pulau Ambon diterjang gelombang tsunami. Pesisir Utara Semenanjung Hitu menderita kerusakan yang paling parah, terutama di daerah Seit di antara Negeri Lima dan Hila di mana air naik hingga ketinggian 90-110 meter.

Dampak dari bencana alam itu pun sangat mengerikan pada eranya. Lebih dari 2.000 orang tercatat meninggal dan banyak rumah mengalami kerusakan berat.

Baca juga: Target NZE 2060, MPR Akui Penggunaan Energi Fosil Masih Dominan di Indonesia

“Catatan Rumphius merupakan catatan tertua sejarah gempa dan tsunami yang pernah terjadi di Maluku dan sekitarnya pada tahun 1674,” imbuh Nelly.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan wilayah Maluku tidak pernah sepi akan kejadian gempa bumi. Sebab banyak sumber gempa bumi di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadikan Potensi Gempabumi dan Tsunami di Maluku dan sekitarnya, khususnya Pulau Ambon sangatlah tinggi.

“Jadi masyarakat perlu diadvokasi agar peduli dan siap untuk merespon tanda-tanda bahaya alam, sama baiknya dengan memahami peringatan resmi,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGGeorg Eberhard RumphiusKota AmbonMasyarakat Siaga Tsunami

Editor

Next Post
Lokasi penambangan batubara ilegal di Bukit Soeharto digerebak tim Ditjen Gakkum KLHK. Fotogakkum.menlhk.go.id.

YLBHI Tolak UU Minerba Baru, Memuluskan Perampasan Tanah Rakyat hingga Kooptasi Kampus

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media