Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Catatan Rumphius, Gempa Bumi Pernah Meruntuhkan Bukit dan Membelah Tanah di Ambon

Meskipun ancaman gempa bumi dan tsunami tidak bisa dihilangkan di Ambon, namun bagaimana seluruh pihak dapat berkolaborasi untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Selasa, 18 Februari 2025
A A
Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu pada 2018. Foto Adi Permana/ITB.

Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu pada 2018. Foto Adi Permana/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sabtu, 17 Februari 1674 atau 351 tahun lalu, gempa mengguncang kuat Kota Ambon, Maluku. Membuat lonceng-lonceng di Benteng Victoria bergoyang. Orang-orang yang berdiri tegak pun terlempar ke tanah saat bumi bergelombang seperti gulungan air laut.

Gempa bumi itu membuat masyarakat Ambon kalut dalam kepanikan. Gempa yang bertepatan dengan puncak perayaan Tahun Baru Imlek itu menyebabkan kerusakan sangat parah, seperti tanah terbelah hingga bukit runtuh secara tiba-tiba di Leitimor

“Kekuatan gempa juga telah mengakibatkan tsunami dahsyat, terutama di pesisir Utara Pulau Ambon,” kata Deputi Bidang Geofisika, Nelly Florida Riama saat menjelaskan dalam Webinar “Peringatan Tsunami Ambon 1674: Sepenggal Kisah Berharga Zaman Kolonial, Bekal Menuju Ambon Tsunami Ready”, Selasa, 18 Februari 2025.

Baca juga: Ini Perubahan Pasal-pasal dalam UU Minerba yang Disahkan DPR

Berdasarkan catatan Georg Eberhard Rumphius (1962-1702), seorang ilmuwan Belanda yang mencatat peristiwa gempa bumi dan tsunami Ambon tersebut, guncangan keras itu melanda seluruh Pulau Ambon dan pulau-pulau di sekitarnya.

Sesaat setelah gempa bumi, pesisir Pulau Ambon diterjang gelombang tsunami. Pesisir Utara Semenanjung Hitu menderita kerusakan yang paling parah, terutama di daerah Seit di antara Negeri Lima dan Hila di mana air naik hingga ketinggian 90-110 meter.

Dampak dari bencana alam itu pun sangat mengerikan pada eranya. Lebih dari 2.000 orang tercatat meninggal dan banyak rumah mengalami kerusakan berat.

Baca juga: Target NZE 2060, MPR Akui Penggunaan Energi Fosil Masih Dominan di Indonesia

“Catatan Rumphius merupakan catatan tertua sejarah gempa dan tsunami yang pernah terjadi di Maluku dan sekitarnya pada tahun 1674,” imbuh Nelly.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan wilayah Maluku tidak pernah sepi akan kejadian gempa bumi. Sebab banyak sumber gempa bumi di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadikan Potensi Gempabumi dan Tsunami di Maluku dan sekitarnya, khususnya Pulau Ambon sangatlah tinggi.

“Jadi masyarakat perlu diadvokasi agar peduli dan siap untuk merespon tanda-tanda bahaya alam, sama baiknya dengan memahami peringatan resmi,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGGeorg Eberhard RumphiusKota AmbonMasyarakat Siaga Tsunami

Editor

Next Post
Lokasi penambangan batubara ilegal di Bukit Soeharto digerebak tim Ditjen Gakkum KLHK. Fotogakkum.menlhk.go.id.

YLBHI Tolak UU Minerba Baru, Memuluskan Perampasan Tanah Rakyat hingga Kooptasi Kampus

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media