Minggu, 28 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Curah Hujan Tinggi, Waspada Permukiman di Dekat Sungai dan di Pegunungan

Rabu, 5 November 2025
A A
Ilustrasi banjir. Foto Hermann/pixabay.com.

Ilustrasi banjir. Foto Hermann/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perubahan iklim global dapat memicu berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satunya peningkatan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor. Keduanya merupakan bencana alam yang mendominasi dan terjadi setiap tahun yang dipicu hujan berlebihan.

“Kondisi ini diperparah dengan curah hujan dengan intensitas tinggi,” ucap Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Prof. Wahyu Wilopo, Rabu, 5 November 2025.

Sementara berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan selama puncak musim hujan dari November hingga Desember 2025 sangat tinggi pada kisaran di atas 150 milimeter per dasarian berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca juga: Fenomena La Nina Lemah Diprediksi Bertahan Hingga Maret 2026

BMKG juga mencatat 45 kejadian bencana cuaca ekstrem yang didominasi dengan hujan lebat dan angin kencang mengakibatkan banjir, dan tanah longsor di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Wahyu, daerah yang memiliki ancaman terbesar dalam mengalami bencana banjir adalah daerah yang dekat sungai atau saluran air serta daerah-daerah yang mempunyai ketinggian lebih rendah dari permukaan air laut. Beberapa di antaranya yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, dan lainnya.

Sedangkan daerah yang memiliki ancaman bencana longsor adalah daerah pegunungan yang mempunyai lereng sedang sampai curam yang tersusun dari material tanah atau batuan yang sudah lapuk dan tebal, serta banyaknya beban diatas lereng. Seperti daerah pegunungan di pulau Kalimantan dan Sulawesi serta pegunungan-pegunungan lain.

Baca juga: Banjir Bandang Nduga, 15 Orang Tewas dan 8 Orang Dalam Pencarian

“Prinsipnya, daerah yang rentan longsor, aman dari banjir. Yang rentan banjir, aman dari longsor,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir dan LongsorBMKGcurah hujan tinggiperubahan iklimTeknik Geologi Fakultas Teknik UGM

Editor

Next Post
Kebun sagu. Foto agrotek.id.

Atasi Ketergantungan Pangan, Komisi IV Minta Sagu Kembali Jadi Makanan Pokok Papua

Discussion about this post

TERKINI

  • Dua dari empat orangutan korban perdagangan ilegal yang dipulangkan dari Thailand, 23 Desember 2025. Foto Geopix.Empat Orangutan Dipulangkan ke Indonesia di Tengah Perusakan Hutan Sumatra
    In News
    Kamis, 25 Desember 2025
  • Konferensi Pers Climate Outlook 2026 di BMKG, 23 Desember 2025. Foto BMKG.Hasil Permodelan Kecerdasan Buatan, Iklim 2026 Bersifat Normal
    In News
    Rabu, 24 Desember 2025
  • Empat nelayan Pulau Pari yang menggugat Holcim demi keadilan iklim. Foto Walhi.Pengadilan Swiss Terima Gugatan Iklim Nelayan Indonesia Atas Holcim
    In News
    Selasa, 23 Desember 2025
  • Siklon tropis Grant, 23 Desember 2025. Foto BMKG.Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Akibat Siklon Tropis Grant
    In News
    Selasa, 23 Desember 2025
  • Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto Karisma/Istimewa.Puan Maharani Ajak Perempuan Pastikan Bumi Jadi Rumah Aman Bagi Generasi Masa Depan
    In Sosok
    Senin, 22 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media