Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Curah Hujan Tinggi, Waspada Permukiman di Dekat Sungai dan di Pegunungan

Rabu, 5 November 2025
A A
Ilustrasi banjir. Foto Hermann/pixabay.com.

Ilustrasi banjir. Foto Hermann/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perubahan iklim global dapat memicu berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satunya peningkatan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor. Keduanya merupakan bencana alam yang mendominasi dan terjadi setiap tahun yang dipicu hujan berlebihan.

“Kondisi ini diperparah dengan curah hujan dengan intensitas tinggi,” ucap Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Prof. Wahyu Wilopo, Rabu, 5 November 2025.

Sementara berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan selama puncak musim hujan dari November hingga Desember 2025 sangat tinggi pada kisaran di atas 150 milimeter per dasarian berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca juga: Fenomena La Nina Lemah Diprediksi Bertahan Hingga Maret 2026

BMKG juga mencatat 45 kejadian bencana cuaca ekstrem yang didominasi dengan hujan lebat dan angin kencang mengakibatkan banjir, dan tanah longsor di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Wahyu, daerah yang memiliki ancaman terbesar dalam mengalami bencana banjir adalah daerah yang dekat sungai atau saluran air serta daerah-daerah yang mempunyai ketinggian lebih rendah dari permukaan air laut. Beberapa di antaranya yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, dan lainnya.

Sedangkan daerah yang memiliki ancaman bencana longsor adalah daerah pegunungan yang mempunyai lereng sedang sampai curam yang tersusun dari material tanah atau batuan yang sudah lapuk dan tebal, serta banyaknya beban diatas lereng. Seperti daerah pegunungan di pulau Kalimantan dan Sulawesi serta pegunungan-pegunungan lain.

Baca juga: Banjir Bandang Nduga, 15 Orang Tewas dan 8 Orang Dalam Pencarian

“Prinsipnya, daerah yang rentan longsor, aman dari banjir. Yang rentan banjir, aman dari longsor,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir dan LongsorBMKGcurah hujan tinggiperubahan iklimTeknik Geologi Fakultas Teknik UGM

Editor

Next Post
Kebun sagu. Foto agrotek.id.

Atasi Ketergantungan Pangan, Komisi IV Minta Sagu Kembali Jadi Makanan Pokok Papua

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media