Senin, 9 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Desain Kota Pesisir Berbasis Iklim Berpotensi Turunkan Suhu hingga 2 Derajat Celsius

Penelitian ini menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kawasan pusat kota di wilayah pesisir Indonesia seharusnya dirancang berbasis iklim. Bukan hanya berorientasi pada estetika atau fungsi ekonomi semata.

Rabu, 4 Maret 2026
A A
Ilustrasi hasil perancangan pusat kota pesisir berbasis Climate Sensitive Urban Design yang menunjukkan potensi penurunan suhu hingga 2 derajat Celsius melalui pendekatan simulasi mikroklimat. Foto Kelvin Narada Gunawan/ITB

Ilustrasi hasil perancangan pusat kota pesisir berbasis Climate Sensitive Urban Design yang menunjukkan potensi penurunan suhu hingga 2 derajat Celsius melalui pendekatan simulasi mikroklimat. Foto Kelvin Narada Gunawan/ITB

Share on FacebookShare on Twitter

Diakui forum akademik dan internasional

Kualitas dan relevansi tesis ini tidak hanya diakui di lingkungan akademik internal ITB. Namun juga memperoleh apresiasi lebih luas melalui berbagai forum dan publikasi ilmiah.

Penelitian tersebut dipresentasikan dalam ajang Three Minute Thesis (3MT) SAPPK ITB 2025, yang menantang peneliti menyampaikan riset kompleks secara ringkas dan komunikatif kepada publik. Selain itu, karya ini terpilih untuk dipresentasikan dalam forum internasional Urban Design Lab – UDL Thesis Publication 2025, yang menjadi wadah kurasi karya rancang kota dari berbagai negara.

Baca juga: Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4

Dari sisi publikasi ilmiah, sebagian hasil penelitian ini telah diterbitkan pada Jurnal Teknosains Universitas Gadjah Mada (terakreditasi SINTA 2) dengan judul “Optimization of Urban Thermal Environment for Indonesia Coastal-Climate Urban Area: a Microclimatic Modelling”. Publikasi tersebut memperkuat kontribusi ilmiah dalam bidang iklim mikro perkotaan dan perancangan kota pesisir berbasis simulasi ENVI-met.

Selain dalam ranah akademik, temuan penelitian ini direncanakan untuk disampaikan kepada pemangku kepentingan pengembangan kawasan perkotaan di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan pendekatan yang dikembangkan memiliki potensi aplikatif dan relevan sebagai masukan strategis dalam perancangan kawasan pesisir dan waterfront.

Menjadi inspirasi generasi perancang kota muda

Tesis ini tengah dikembangkan menjadi buku publikasi ber-ISBN bersama dosen pembimbingnya, Mochamad Donny Koerniawan. Buku tersebut direncanakan menjadi referensi bagi akademisi, perencana kota, pemerintah, serta pemangku kepentingan dalam merancang kota pesisir yang adaptif terhadap iklim tropis dan berkelanjutan.

Saat ini, Kelvin berkarier sebagai Manager Masterplan & Business Development di sebuah perusahaan pengembang kawasan industri swasta di Indonesia. Ia terlibat dalam penyusunan masterplan kawasan industri dan infrastruktur, studi kelayakan, serta pengembangan proyek skala kawasan yang mengintegrasikan aspek desain, bisnis, dan keberlanjutan. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mendalami isu energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan sebagai bagian dari arah pengembangan kota-kota Indonesia di masa depan.

Baca juga: Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB

Pencapaian ini menunjukkan bahwa riset rancang kota tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan yang berdampak, diuji secara ilmiah, diapresiasi di tingkat internasional, serta relevan untuk diterapkan dalam praktik. Kiprah tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda perencana dan perancang kota Indonesia untuk terus menghasilkan karya yang adaptif, berkelanjutan, dan berkontribusi bagi masa depan perkotaan nasional.

Penelitian ini menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kawasan pusat kota di wilayah pesisir Indonesia seharusnya dirancang berbasis iklim. Bukan hanya berorientasi pada estetika atau fungsi ekonomi semata.

Atas penelitiannya, tesisnya dinobatkan sebagai Tesis Terbaik S-2 Rancang Kota ITB Tahun 2024 oleh lingkungan akademik Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). Dan Kevin mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Climate Sensitive Urban DesignIklim TropisKota PesisirProgram Magister Rancang Kota ITB

Editor

Next Post
Gerhana bulan total, 3 Maret 2026 pukul 18.57 WIB. Foto Observatorium Bosscha.

Edukasi Cerita Rakyat dan Sains di Balik Gerhana Bulan Total

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi warga Sagea - Kiya di Halmahera Tengah menolak pertambangan. Foto Dok. Jatam.Dugaan Kriminalisasi Warga Sagea – Kiya, Jatam: Pasal 162 UU Minerba Melanggengkan Praktik SLAPP
    In Lingkungan
    Jumat, 6 Maret 2026
  • Ilustrasi anak gajah da induknya. Foto cocoparisienne/pixabay.com.Kematian Anak Gajah di Tesso Nilo, Pakar Ingatkan Bahaya Pasang Jerat Bagi Satwa Liar
    In Rehat
    Jumat, 6 Maret 2026
  • Ilustrasi serbuan tawon pada kereta api yang lewat. Foto skyvictor79/pixabay.com.Serbuan Tawon di Tol Cipularang, Alarm Penurunan Kualitas Lingkungan
    In Lingkungan
    Kamis, 5 Maret 2026
  • Ilustrasi suasana saat hujan turun. Foto Horacio30/pixabay.com.Potensi Hujan Lebat Saat Libur Lebaran Idulfitri 2026
    In News
    Kamis, 5 Maret 2026
  • Gerhana bulan total, 3 Maret 2026 pukul 18.57 WIB. Foto Observatorium Bosscha.Edukasi Cerita Rakyat dan Sains di Balik Gerhana Bulan Total
    In Rehat
    Rabu, 4 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media