Diakui forum akademik dan internasional
Kualitas dan relevansi tesis ini tidak hanya diakui di lingkungan akademik internal ITB. Namun juga memperoleh apresiasi lebih luas melalui berbagai forum dan publikasi ilmiah.
Penelitian tersebut dipresentasikan dalam ajang Three Minute Thesis (3MT) SAPPK ITB 2025, yang menantang peneliti menyampaikan riset kompleks secara ringkas dan komunikatif kepada publik. Selain itu, karya ini terpilih untuk dipresentasikan dalam forum internasional Urban Design Lab – UDL Thesis Publication 2025, yang menjadi wadah kurasi karya rancang kota dari berbagai negara.
Baca juga: Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4
Dari sisi publikasi ilmiah, sebagian hasil penelitian ini telah diterbitkan pada Jurnal Teknosains Universitas Gadjah Mada (terakreditasi SINTA 2) dengan judul “Optimization of Urban Thermal Environment for Indonesia Coastal-Climate Urban Area: a Microclimatic Modelling”. Publikasi tersebut memperkuat kontribusi ilmiah dalam bidang iklim mikro perkotaan dan perancangan kota pesisir berbasis simulasi ENVI-met.
Selain dalam ranah akademik, temuan penelitian ini direncanakan untuk disampaikan kepada pemangku kepentingan pengembangan kawasan perkotaan di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan pendekatan yang dikembangkan memiliki potensi aplikatif dan relevan sebagai masukan strategis dalam perancangan kawasan pesisir dan waterfront.
Menjadi inspirasi generasi perancang kota muda
Tesis ini tengah dikembangkan menjadi buku publikasi ber-ISBN bersama dosen pembimbingnya, Mochamad Donny Koerniawan. Buku tersebut direncanakan menjadi referensi bagi akademisi, perencana kota, pemerintah, serta pemangku kepentingan dalam merancang kota pesisir yang adaptif terhadap iklim tropis dan berkelanjutan.
Saat ini, Kelvin berkarier sebagai Manager Masterplan & Business Development di sebuah perusahaan pengembang kawasan industri swasta di Indonesia. Ia terlibat dalam penyusunan masterplan kawasan industri dan infrastruktur, studi kelayakan, serta pengembangan proyek skala kawasan yang mengintegrasikan aspek desain, bisnis, dan keberlanjutan. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mendalami isu energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan sebagai bagian dari arah pengembangan kota-kota Indonesia di masa depan.
Baca juga: Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB
Pencapaian ini menunjukkan bahwa riset rancang kota tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan yang berdampak, diuji secara ilmiah, diapresiasi di tingkat internasional, serta relevan untuk diterapkan dalam praktik. Kiprah tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda perencana dan perancang kota Indonesia untuk terus menghasilkan karya yang adaptif, berkelanjutan, dan berkontribusi bagi masa depan perkotaan nasional.
Penelitian ini menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kawasan pusat kota di wilayah pesisir Indonesia seharusnya dirancang berbasis iklim. Bukan hanya berorientasi pada estetika atau fungsi ekonomi semata.
Atas penelitiannya, tesisnya dinobatkan sebagai Tesis Terbaik S-2 Rancang Kota ITB Tahun 2024 oleh lingkungan akademik Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). Dan Kevin mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. [WLC02]
Sumber: ITB






Discussion about this post