Senin, 27 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Serbuan Tawon di Tol Cipularang, Alarm Penurunan Kualitas Lingkungan

Hilangnya vegetasi dapat mengurangi ketersediaan tempat berlindung sehingga mendorong koloni tawon mencari habitat alternatif.

Kamis, 5 Maret 2026
A A
Ilustrasi serbuan tawon pada kereta api yang lewat. Foto skyvictor79/pixabay.com.

Ilustrasi serbuan tawon pada kereta api yang lewat. Foto skyvictor79/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ratusan bahkan ribuan tawon beterbangan dan menempel di kendaraan, sehingga memicu kepanikan pengendara di ruas Tol Cipularang, tepatnya di Jembatan Cisomang pada 24 Desember 2025 lalu. Menurut Pakar dari Kelompok Keilmuan Manajemen Sumber Daya Hayati, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), Prof. Ramadhani Eka Putra, kejadian tak lazim ini bukan sekadar kejadian acak, melainkan dapat dipahami sebagai respons ekologis serangga terhadap perubahan lingkungan.

Tawon, seperti serangga sosial lainnya memerlukan tiga komponen utama untuk membangun dan mempertahankan koloni. Meliputi sumber makanan, lokasi untuk membuat sarang, dan daerah yang relatif aman dari musuh alami.

Struktur infrastruktur seperti kolong jembatan dan terowongan tol, secara tidak langsung memenuhi ketiga syarat tersebut. Area ini terlindung dari hujan, angin kencang, dan fluktuasi suhu ekstrem, sekaligus minim gangguan predator alami.

“Terowongan atau kolong jembatan adalah tempat yang strategis bagi tawon. Dan sebetulnya habitat mereka ada di sana, jadi mereka kembali ke lokasi di mana mereka dulu mungkin berada,” ungkap dia.

Baca juga: Potensi Hujan Lebat Saat Libur Lebaran Idulfitri 2026

Dalam video yang beredar di media sosial, banyak warganet yang berspekulasi penebangan pohon menjadi salah satu pemicu fenomena ini. Menurut Ramadhani, asumsi tersebut relevan secara ekologis. Hilangnya vegetasi dapat mengurangi ketersediaan tempat berlindung sehingga mendorong koloni tawon mencari habitat alternatif.

Sementara tawon merupakan serangga sosial yang sangat bergantung pada stabilitas lingkungannya. Lantaran tidak dapat mengubah kondisi lingkungan, mereka hanya dapat beradaptasi. Ketika kondisi tidak lagi menguntungkan, baik karena perubahan cuaca, hilangnya vegetasi, atau gangguan manusia, koloni akan bermigrasi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Keputusan migrasi merupakan hasil keputusan kolektif koloni ketika kondisi lingkungan dinilai tidak lagi mendukung.

Ramadhani juga menilai fenomena kawanan tawon di Tol Cipularang dapat dipandang sebagai early warning atas penurunan kualitas lingkungan di sekitar kawasan tersebut.

“Ketika serangga meninggalkan habitat asalnya, indikasi lingkungan tersebut sudah tidak lagi mendukung kehidupan mereka. Ini bisa berkaitan dengan degradasi lingkungan atau perubahan iklim,” jelas dia.

Baca juga: Edukasi Cerita Rakyat dan Sains di Balik Gerhana Bulan Total

Risiko dan mitigasi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kelompok Keilmuan Manajemen Sumber Daya Hayati Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITBKoloni TawonKualitas LingkunganTol Cipularang

Editor

Next Post
Ilustrasi anak gajah da induknya. Foto cocoparisienne/pixabay.com.

Kematian Anak Gajah di Tesso Nilo, Pakar Ingatkan Bahaya Pasang Jerat Bagi Satwa Liar

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media