Selasa, 6 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dietriech Geoffrey, Merkuri Masuk ke Perairan Lewat Limbah Industri hingga Keramba Jaring Apung

Kepadatan keramba jaring apung yang melebihi daya dukung ideal dapat memperparah kondisi pencemaran di perairan.

Rabu, 9 Juli 2025
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Dietriech G Bengen. Foto Dok. Alumni IPB.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Dietriech G Bengen. Foto Dok. Alumni IPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jika penelitian menunjukkan kadar melebihi ambang batas, nyatakan tidak layak konsumsi sementara, disertai larangan penjualan,” kata dia.

Baca juga: BUMN Pertambangan Diminta Serahkan Laporan Tahunan Tepat Waktu

Kedua, pemantauan kesehatan masyarakat. Langkah yang tidak kalah penting adalah memantau kondisi kesehatan warga, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

Ketiga, penanganan akar pencemaran. Ia menegaskan perlunya mengatasi sumber masalah, termasuk penegakan hukum terhadap industri pencemar dan tambang emas ilegal di hulu Citarum, serta pengurangan drastis jumlah KJA.

“Pengurangan drastis KJA yang melebihi daya dukung krusial dapat mengurangi beban organik,” kata dia.

Baca juga: Kawasan Pasar, Kuliner, dan Mal Wajib Kelola Sampah Mandiri

Keempat, dukungan sosial-ekonomi. Pemerintah juga harus memperhatikan aspek sosial-ekonomi masyarakat terdampak melalui berupa kompensasi adil bagi pembudi daya terdampak, fasilitasi relokasi atau peralihan profesi, dan pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.

Kelima, revitalisasi ekosistem waduk.

Untuk jangka panjang, diperlukan upaya pemulihan ekosistem waduk yang meliputi penegakan hukum berbasis insentif dan disinsentif, penetapan kuota KJA sesuai kajian ilmiah, serta riset teknologi pengolahan limbah seperti fitoremediasi dan bioteknologi.

Baca juga: Riset Bakteri Wolbachia Gantikan Kelambu untuk Kendalikan Malaria di Papua

“Pemerintah harus melibatkan pembudidaya dalam pengambilan keputusan dan mengalokasikan dana riset khusus untuk mitigasi merkuri,” pesan dia.

Ia berharap upaya ini dapat memulihkan fungsi ekologis Waduk Cirata serta menjamin keberlanjutan sosial-ekonomi masyarakat sekitar.

Pada Februari 2025 lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pengecekan terkait penyebab kematian ikan massal di Waduk Jatiluhur. Peristiwa kematian ikan massal ini merupakan fenomena alam tahunan akibat cuaca ekstrim yang memicu penurunan massa air hingga terjadinya upwelling yang menyebabkan pasokan oksigen berkurang secara drastis.

Selain upwelling, berdasarkan hasil pengecekan dari tim KKP, juga karena penggunaan Keramba Jaring Apung (KJA) sudah tidak sesuai dan melebih kapasitas. KKP juga selalu mengingatkan jumlah penggunaan KJA yang sesuai dengan standar dan daya dukung dengan zonasi yang telah ditentukan. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: daerah aliran sungaiFPIK IPB Universitykeramba jaring apungmerkuriProf. Dietriech Geoffrey Bengen

Editor

Next Post
Destinasi wisata di Danau Toba, Sumatra Utara. Foto Dok. Kemenpar.

Konferensi Internasional Jadi Upaya Geopark Kaldera Toba Raih Kembali Green Card UNESCO

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media