Rabu, 30 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dokumen Second NDC Disusun, Menhut Minta Lebih Realistis dan Teknokratis

Senin, 16 Juni 2025
A A
Ilustrasi emisi karbon akibat deforestasi. Foto bones64/pixabay.com

Ilustrasi emisi karbon akibat deforestasi. Foto bones64/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan dokumen Second Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia yang sedang disusun Kementerian Lingkungan Hidup agar lebih realistic, teknokratis, disusun secara inklusif, dan berbasis data yang dapat dieksekusi. Sehingga nantinya bisa dikerjakan sesuai komitmen Indonesia kepada dunia.

“Tentu kami akan menjaga nama baik di depan dunia internasional. Bahwa kami men-submit suatu dokumen yang bisa dikerjakan dan dieksekusi. Kalau kami membuat satu target yang ambisius dan kami tidak mampu melakukannya, justru akan membuat wajah diplomasi yang sekarang kami kejar menjadi tidak baik,” kata Raja Juli pada acara Pembahasan Penyusunan Second NDC bersama para anggota Friends of NDC di Jakarta, Senin, 16 Juni 2025.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari komunitas internasional memiliki tanggung jawab moral dan diplomatik dalam menghadapi krisis iklim global. Namun keindahan wajah diplomasi Indonesia harus ditopang realitas di lapangan.

Baca juga: Maryati Surya, Tupai dan Bajing Itu Tak Sama

Dalam konteks sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU), ia menilai target net sink sebesar -93,7 juta ton CO₂ ekuivalen (skenario rendah) hingga -119,9 juta ton CO₂ ekuivalen (skenario tinggi) pada 2030 adalah ambisius. Jadi harus dipertimbangkan secara realistis dengan memperhatikan berbagai dinamika pembangunan nasional, seperti ketahanan pangan dan pengembangan bioenergy.

“Kami punya domestik interest, economic interest, political interest. Tentu komitmen tersebut tetap harus kami jaga dengan membuat satu penghitungan data yang juga lebih realistis,” kata dia.

Raja Juli mendorong seluruh sektor untuk menyelesaikan pekerjaan rumah masing-masing dan memberikan kontribusi data yang solid untuk mendukung target nasional. Ia mengusulkan pendekatan yang transparan, inklusif dan partisipatif dalam penyusunan NDC agar dokumen yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan kondisi dan kapasitas nasional.

Baca juga: Gedung Backup Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Beroperasi 24 Jam Merespons Bencana

“Wajah internasional kami harus cantik sedemikian rupa, tetapi juga kecantikan yang ditampilkan itu juga merepresentasikan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak hanya polesan ‘kosmetik’, saya kira, tapi suatu yang memang bisa kami kerjakan” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dokumen Second NDCEmisi gas rumah kacaFOLU Net Sink 2030Nationally Determined Contribution

Editor

Next Post
Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.

Teknik Alternate Wetting and Drying Hasilkan Padi Berkualitas dan Rendah Karbon

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media