Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dokumen Second NDC Disusun, Menhut Minta Lebih Realistis dan Teknokratis

Senin, 16 Juni 2025
A A
Ilustrasi emisi karbon akibat deforestasi. Foto bones64/pixabay.com

Ilustrasi emisi karbon akibat deforestasi. Foto bones64/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Forum Friends of NDC ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa penyusunan Second NDC Indonesia dilakukan secara terbuka, inklusif, dan berbasis data lintas sektor. Kementerian Kehutanan akan terus memberikan kontribusi positif dalam proses konsultasi ini hingga tercapai dokumen Second NDC Indonesia yang kredibel dan implementatif.

Target akhir Oktober 2025

Sementara Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penyusunan dokumen iklim nasional NDC kedua, termasuk target pengurangan emisi tertunda karena perlu dilakukan diskusi. Rencananya selesai akhir Oktober 2025 nanti.

Baca juga: Pro Kontra Isu Tambang Nikel, Kemenpar Sebut Raja Ampat Aman Dikunjungi

“Karena ada perubahan pimpinan di tiap-tiap kementerian, ada akselerasi di tiap-tiap sektor,” kata Hanif pada April lalu.

Sebelumnya, KLH telah menyiapkan dokumen NDC kedua untuk memperbaharui target iklim Indonesia dalam enhanced NDC. Selain itu juga akan dimasukkan penambahan sektor kelautan dan subsektor hulu migas dalam target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional.

Sementara target pengurangan emisi GRK Indonesia di dalam enhanced NDC sebelumnya menjadi 31,89 persen lewat upaya sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional untuk dicapai pada 2030. Sektor yang ditargetkan mengalami pengurangan adalah energi, kehutanan, limbah, pertanian, serta proses industri dan penggunaan produk (Industrial Processes and Product Use/IPPU).

Sejumlah upaya yang telah dilakukan di sektor kehutanan adalah mengurangi emisi dari kehutanan dan lahan lewat FOLU net sink 2030. Juga melakukan perdagangan karbon internasional. [WLC02]

Sumber: Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: dokumen Second NDCEmisi gas rumah kacaFOLU Net Sink 2030Nationally Determined Contribution

Editor

Next Post
Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.

Teknik Alternate Wetting and Drying Hasilkan Padi Berkualitas dan Rendah Karbon

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media