Tenda ini memiliki karakteristik portabel dan modular agar lebih mudah dan cepat dikonstruksikan. Komposisi material daya tahan tinggi untuk tenda adalah pipagalvanis yang menjadi materi utama rangka tenda, tali webbing, atau kernmantle untuk bracing. Serta kain cordura 1000D untuk membran tenda.
Struktur pada tenda truss tunnel terdiri dari lima rangka utama yang dihubungkan elemen horizontal, tali bracing, dan membran. Rangka utama menahan beban lateral arah melintang yang merupakan gabungan dari rangkaian dua pipa yang saling mengakukan. Elemen horizontal, tali bracing, dan membran tenda sebagai penumpu beban lateral arah memanjang. Tali bracing dan membran tenda membantu memakukan tenda.
Baca Juga: Update Data Korban Gempa Cianjur, Distribusi Bantuan Melalui Posko
Sedangkan tenda kedua adalah tenda lattice tunnel. Struktur lattice merupakan struktur diagrid yang menciptakan kekakuan struktur tanpa penambahan elemen struktur. Struktur ini hasil rekayasa desain untuk pengurangan berat, energi, dan waktu manufaktur yang diharapkan dapat menahan gaya lateral lebih baik. Terdapat juga sistem knock-down untuk menyederhanakan modul elemen utama.
Dua jenis batang digunakan untuk memperkuat dan rangka bukaan di kedua ujung tunnel.
Material rangkai dan tali bracing tenda lattice tunnel sama dengan tenda truss tunel. Namun, tenda lattice tunnel menggunakan kain cordura 750D agar lebih ringan. Bentuk diagrid memungkinkan modifikasi panjang tenda yang lebih fleksibel.
Kelebihan kedua tenda adalah fitur respons beban lateral dan fleksibilitas penggunaan tenda agar sesuai kebutuhan mitigasi bencana, seperti posko relawan, klinik darurat, dan dapur umum.
“Ruang tenda yang tinggi juga membuat pemenuhan kebutuhan udara penghuni tenda dengan baik,” papar Andry. [WLC02]
Sumber: ITB







Discussion about this post