Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi

Bisa saja roti belum melewati tanggal kedaluwarsa sudah berjamur karena perlakuan penyimpanan yang tidak baik, seperti di tempat yang terlalu lembap atau suhu terlalu hangat.

Minggu, 8 Maret 2026
A A
Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.

Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada temuan ratusan roti berjamur dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kering yang didistribusikan saat bulan puasa. Di Jawa Tengah ditemukan di Kabupaten Blora yang kemudian dikembalikan ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG, juga di SMPN 1 Delanggu di Kabupaten Klaten.

Kemudian di Sumatra Selatan ditemukan di SDN 1 Tugu Papak di Kecamatan Semaka, SDN 1 Kanyangan, SDN 1 Negarabatin, SDN 1 Pulau Benawang di Kecamatan Kotaagung Barat, dan sejumlah SD di wilayah Kotaagung Timur.

Meski dinilai praktis dalam penyimpanan dan distribusi, program MBG yang diwujudkan dalam bentuk roti sebaiknya tetap tidak mengabaikan mutu dan kelayakan konsumsi.

Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM, Prof. Zullies Ikawati mengatakan peristiwa tersebut semestinya menjadi perhatian serius banyak pihak. Meski program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi untuk anak sekolah, namun aspek keamanan pangan harus tetap menjadi prioritas utama.

Roti yang sudah berjamur memperlihatkan ada pertumbuhan mikroorganisme. Artinya, produk tersebut tidak layak untuk konsumsi.

Baca juga: Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim

“Kejadian seperti ini umumnya berkaitan dengan masalah penyimpanan, distribusi, atau masa simpan yang tidak terkontrol dengan baik. Evaluasi sistem pengadaan, penyimpanan, serta pengawasan mutu makanan dalam program MBG perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Zullies di Fakultas Farmasi UGM, Jumat, 5 Maret 2026.

Berjamur tak harus setelah kedaluwarsa

Ia menjelaskan roti yang berjamur biasanya ditumbuhi kapang (mold), seperti Aspergillus, Penicillium, atau Rhizopus. Selain pertumbuhan jamurnya sendiri, beberapa jenis kapang dapat menghasilkan mikotoksin, yaitu senyawa toksik yang dihasilkan jamur.

Contohnya adalah aflatoksin, ochratoxin, atau toksin lainnya, yang tergantung jenis kapangnya. Meski tidak semua jamur menghasilkan toksin, secara prinsip makanan yang sudah berjamur tidak boleh dikonsumsi.

“Sebab secara awam, kita tidak bisa memastikan jenis jamur yang tumbuh dan apakah sudah menghasilkan toksin atau belum,” jelas dia.

Baca juga: Sofyan Sjaf, Membangun Desa Berdasarkan Al-Quran adalah Membangun Ekologi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Farmasi UGMprogram MBGRoti Beracun

Editor

Next Post
Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.

Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media