Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping

Senin, 9 Maret 2026
A A
KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.

KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Longsor melanda kawasan Zona 4 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 8 Maret 2026 pukul 14.00 WIB. Musibah ini mengakibatkan empat orang warga tewas setelah tertimbun material longsoran di lokasi kejadian, yakni Enda Widayanti (25 tahun), Sumini (60 tahun), Dedi Sutrisno (22 tahun), dan Iwan Supriyatin (40 tahun).

Longsor juga menyebabkan sejumlah unit truk sampah dan bangunan warung di sekitar lokasi tertimbun. Beberapa saat setelah kejadian, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, dan BPBD Provinsi DKI Jakarta melakukan proses evakuasi serta mendata kerugian materiil lebih lanjut di lokasi kejadian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya keamanan dalam proses pencarian, mengingat prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Stabilitas material longsor yang masih labil berisiko memicu pergerakan tanah susulan, sehingga tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan yang ketat agar tidak menambah korban jiwa.

BNPB turut mengimbau masyarakat dan pengelola kawasan di sekitar TPA, termasuk wilayah lain dengan topografi lereng perbukitan, maupun kaki gunung untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi pergerakan tanah.

“Segera evakuasi diri ke tempat aman jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran tertulis, Senin, 9 Maret 2026.

Baca juga: Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang

Proses pencarian korban masih dilanjutkan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD Daerah Khusus Jakarta, Dinas Damkar Kota Bekasi, PMI, dan relawan SAR yang dibantu anjing pelacak (K9) dan alat berat.

Menteri LH janji selesaikan akar masalah sampah

Longsor gunungan sampah setinggi 50 meter di Zona IV TPST Bantar Gebang pada Minggu, 8 Maret 2026 yang menelan empat korban jiwa dinilai menjadi bukti nyata kegagalan sistemik pengelolaan sampah di Jakarta yang tidak boleh lagi ditoleransi. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan tragedi mematikan ini merupakan alarm keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan pengelolaan sampah dengan metode open dumping yang terus mengancam nyawa warga dan petugas.

Kini, KLH/BPLH telah memulai penyidikan menyeluruh dan penegakan hukum tegas guna memastikan persoalan sampah ibu kota yang berlarut-larut tidak kembali memakan korban jiwa.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBKLH/BPLHopen dumpingTPST Bantargebang

Editor

Next Post
Upaya pemulihan Sungai Cisadane dari pencemaran pestisida dengan ecoenzym. Foto KLH/BPLH

Atasi Pencemaran Racun Pestisida Sungai Cisadane dengan 10 Ribu Liter Eco Enzyme

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media