Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dua Pekerja Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Tewas, Pakar Sampaikan Tantangan Evakuasi

Sabtu, 20 September 2025
A A
Suasana tambang bawah tanah. Foto Dok. PT Freeport Indonesia.

Suasana tambang bawah tanah. Foto Dok. PT Freeport Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tantangan bukan hanya volume lumpur yang ada, tetapi juga ancaman potensi lumpur baru yang masuk ke terowongan saat evakuasi berlangsung,” jelas dia.

Baca juga: Masyarakat Sipil Nilai IIGCE 2025 Merampas Ruang Hidup Lewat Proyek Panas Bumi

Untuk mempercepat evakuasi tanpa mengorbankan keselamatan, Wahyu menilai perlu pemanfaatan teknologi modern.

“Teknologi robot atau sistem kendali jarak jauh dapat membantu proses evakuasi sehingga risiko bagi tim penyelamat bisa diminimalisasi,” ujar dia.

Lebih dari itu, langkah jangka panjang perlu dilakukan perusahaan tambang untuk meminimalkan risiko kejadian serupa. Ia menekankan pentingnya pemetaan potensi bahaya runtuhan dan rembesan lumpur, pemasangan sensor peringatan dini, serta pembangunan jalur terowongan yang saling terhubung.

Baca juga: Seruan Aksi Iklim di 35 Kota di Indonesia dan 97 Negara Jelang KTT Iklim Brasil

Penyediaan sumber oksigen, makanan darurat, hingga peralatan evakuasi di titik-titik tertentu juga diperlukan.

“Latihan kesiapsiagaan bagi seluruh pekerja tambang mutlak dilakukan agar respon saat bencana lebih cepat dan tepat,” imbuh dia.

Wahyu juga menyampaikan harapan bagi keluarga pekerja, tim penyelamat, dan perusahaan. Keberhasilan evakuasi membutuhkan kerja sama erat seluruh pihak. Ia mengingatkan, kecepatan dalam upaya evakuasi dan penyelamatan perlu diimbangi dengan kehati-hatian agar tim penyelamat tetap aman.

“Kami semua berdoa semoga evakuasi ini segera berhasil dan selamat,” harap dia. [WLC02]

Sumber: PT Freeport, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Teknik UGMGrasberg Block Cavepekerja tambangPT Freeport Indonesiatambang bawah tanah

Editor

Next Post
Konservasi Mangrove di Pesisir Semarang. Foto mangrovetag.com.

Hasil Penelitian AI dan Citra Satelit, Luas Tutupan Lahan Mangrove di Pesisir Semarang Menurun

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media