Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Seruan Aksi Iklim di 35 Kota di Indonesia dan 97 Negara Jelang KTT Iklim Brasil

Kamis, 18 September 2025
A A
Aksi Draw the Line di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, 13 September 2025. Foto Hooma Creative/350.org

Aksi Draw the Line di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, 13 September 2025. Foto Hooma Creative/350.org

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Para advokat iklim yang dipimpin 350.org Indonesia dan organisasi mitranya hari ini mengumumkan bahwa 36 aksi di 35 kota dan provinsi di seluruh Indonesia akan diadakan sebagai bagian dari Draw The Line, sebuah mobilisasi global lebih dari 97 negara untuk menyerukan aksi iklim yang mendesak, tegas, dan nyata.

Aksi tersebut bertepatan dengan momentum para pemimpin dunia akan bertemu di Sidang Umum PBB di New York pada September ini. Enam pekan kemudian, mereka akan bertemu lagi di Brasil untuk menghadiri KTT Iklim PBB (COP30). Di tengah kemunduran komitmen iklim oleh negara-negara kaya dan pencemar besar yang dipimpin AS, komunitas di seluruh Indonesia akan menarik garis dan menuntut mereka untuk mendanai masa depan kita, bukan krisis iklim.

Pada 19 September, para aktivis iklim di Jakarta akan berparade ke Istana Negara untuk mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan target iklim yang ambisius, mengenakan pajak kepada miliarder dan pencemar, serta memberantas korupsi untuk mendanai masa depan yang lebih baik.

Baca juga: Atasi Banjir Bandang dengan Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan

Prabowo dijadwalkan hadir di Sidang Umum PBB minggu depan, yang pertama bagi seorang pemimpin Indonesia dalam satu dekade. Indonesia juga diperkirakan akan menyerahkan Kontribusi Nasional Kedua (Nationally Determined Contribution) bulan ini yang akan menetapkan target pengurangan emisi dan rencana aksi iklim negara.

“Kami tegaskan kepada oligarki dan pencemar yang telah memerintah negara ini terlalu lama, mengambil uang publik yang seharusnya digunakan untuk aksi iklim, dan merusak sumber daya alam yang seharusnya dilestarikan untuk generasi mendatang. Kami membutuhkan tindakan nyata. Kami mendesak Presiden Prabowo untuk merefleksikan dalam NDC Indonesia pernyataan sebelumnya untuk beralih ke 100% energi terbarukan dalam 10 tahun dan menghentikan pembangkit listrik tenaga batu bara,” tegas Ketua Tim 350.org Indonesia, Sisilia Nurmala Dewi dalam siaran tertulis, Kamis, 18 September 2025.

Draw the Line Indonesia dimulai Sabtu lalu di Jogja. Para aktivis iklim menelusuri Sumbu Imajiner dan Filosofis, dari Merapi – Tugu – Alun-alun Utara – Keraton – Alun-alun Selatan – Panggung Krapyak – Pantai Parangtritis. Sumbu ini menekankan hubungan manusia dengan bumi, yang memiliki semangat sama dengan gerakan Draw the Line.

Baca juga: Komisi III DPR Desak Penegak Hukum Usut Aktor Besar Tambang Ilegal di Manokwari

Pekan ini, aksi akan diadakan di kota-kota di Indonesia lainnya seperti Bali, Aceh, Jayapura, Mataram, Makassar, Bululumba, Cirebon, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Palangkaraya, Solo, Kapuas, Semarang, Padang, Ambon, Bandung, Medan, Lombok Timur, dan lainnya. Aksi-aksi ini meliputi Festival Seni Iklim, pertemuan lintas agama, long march, aksi berdiri bersama, aksi rantai manusia, diskusi sekolah, dan pertunjukan seni.

Sejumlah seruan dan pernyataan disampaikan para aktivis iklim dari berbagai daerah di Indonesia.

Arami Kasih, kurator seni, Climate Rangers Jogja:

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 350 IndonesiaAksi IklimCOP 30Draw the LineKTT Iklim

Editor

Next Post
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil menolak proyek geothermal di Forum IIGCE 2025 di Jakarta, 17 September 2025. Foto Dok. Jatam.

Masyarakat Sipil Nilai IIGCE 2025 Merampas Ruang Hidup Lewat Proyek Panas Bumi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media