Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dulu Penambang, Kini Berperan dalam Konservasi Kawasan Karst Gunung Sewu

Karst bukan hanya batu. Ia menyimpan air, menopang kehidupan, dan mencerminkan keseimbangan alam. Bencana banjir akhir Maret lalu harus menjadi peringatan.

Kamis, 24 April 2025
A A
Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.id

Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.id

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Pengesahan RUU Masyarakat Adat Penting di Tengah Konflik Masyarakat dan Negara

Hanif juga menegaskan pentingnya perlindungan kawasan karst dalam kebijakan lingkungan daerah.

“Bencana banjir yang terjadi akhir Maret lalu harus menjadi peringatan. Karst bukan hanya batu. Ia menyimpan air, menopang kehidupan, dan mencerminkan keseimbangan alam,” jelas dia.

Ia menjelaskan tentang Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2 tahun 2025 tentang Imbal Jasa Lingkungan Hidup. Bahwa para petani Gari yang telah berkontribusi dalam merawat karst dan melakukan penghijauan, sepatutnya mendapat imbalan jasa.

Baca juga: Ironis, Hari Bumi 2025 Masih Ada Puluhan Ribu Lubang Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur

“Sudah ada aturan hukumnya. Ini wujud apresiasi pemerintah terhadap budi baik warga merawat alam,” lanjut dia.

Rekomendasinya, KLH/BPLH mendorong Pemda Gunungkidul segera menyusun dan menetapkan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) yang memasukkan perlindungan ekosistem karst berdasarkan daya dukung, daya tampung, dan nilai jasa lingkungannya.

Baca juga: Teknologi IPHA Hemat Air dan Meningkatkan Produktivitas Padi, Tapi Rentan Hama Tikus

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan dialog bersama masyarakat dan kelompok pengelola yang memperlihatkan sinergisitas antara pemerintah dan rakyat untuk melahirkan solusi konkret yang inklusif. Sebab Gunungkidul bukan sekadar lokasi pemulihan lingkungan, melainkan diklaim sebagai titik awal lahirnya model pembangunan berkelanjutan yang mengakar pada nilai lokal dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin model seperti ini bukan hanya berhenti di sini, tapi bisa ditiru di tempat lain. Karena bangsa ini butuh lebih banyak kisah sukses yang dimulai dari desa,” kata Hanif. [WLC02]

Sumber: Kementerian LH

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kabupaten Gunungkidulkarst Gunung Sewukawasan karst GunungidulKementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan HidupPasar Argo Wijiltambang batu gamping

Editor

Next Post
Ilustrasi penelitian tentang keanekaragaman hayati. Foto UGM.

Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati UGM yang Pertama di Asia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media