Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ironis, Hari Bumi 2025 Masih Ada Puluhan Ribu Lubang Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur

Perusahaan tambang dan pemerintah selalu mengklaim telah mengalokasikan dana besar untuk masyarakat dan pemulihan lingkungan. Kenyataannya itu kebohongan.

Selasa, 22 April 2025
A A
Aksi peringatan Hari Bumi 2025 di Kalimantan Timur yang mengritisi dampak industri tambang batu bara yang merusak Bumi. Foto Dok. XR Bunga Terung Kaltim.

Aksi peringatan Hari Bumi 2025 di Kalimantan Timur yang mengritisi dampak industri tambang batu bara yang merusak Bumi. Foto Dok. XR Bunga Terung Kaltim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari Bumi 2025 seharusnya menjadi momen bagi XR (Extinction Rebellion) Kalimantan Timur Bunga Terung, Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) Universitas Mulawarman dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melakukan perayaan terhadap keberlanjutan dan komitmen kolektif. Baik untuk melindungi lingkungan, sumber daya alam, keberagaman energi dan masa depan bumi serta manusia dan seisi alam lainnya.

“Namun, di Samarinda, Kalimantan Timur, peringatan ini justru membawa refleksi pahit tentang dampak destruktif industri tambang batu bara yang terus merenggut nyawa dan merusak ekosistem,” kata Champaigner XR Bunga Terung Kaltim, Windasari dalam siaran pers terkait Hari Bumi 2025 yang diterima Wanaloka.com, Selasa, 22 April 2025.

Ia pun membeberkan sejumlah persoalan kerusakan Bumi yang sudah lama berlangsung akibat penambangan dan belum terselesaikan. Sejak 2001, lubang-lubang bekas tambang yang dibiarkan terbuka telah menyebabkan sedikitnya 51 manusia kehilangan nyawa akibat tenggelam. Mayoritas adalah anak-anak.

Baca juga: Rahma Widyanti, Perempuan Rimbawan yang Menjelajah di Empat Daerah

Ada ratusan lubang di Samarinda, bahkan mencapai puluhan ribu lubang di Kalimantan Timur yang dibiarkan tanpa pengawasan dan tanda peringatan apapun. Kondisi ini menunjukkan bahayanya lubang bekas tambang itu.

Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan dikenal sebagai kawasan lumbung pangan Kota Samarinda. Namun kelurahan itu sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana operasi tambang menyingkirkan lahan produksi dan sumber mata air untuk persawahan dan perikanan.

Sawah yang dulu menghijau, kini merana karena sering tergenang banjir yang membawa lumpur tambang. Dan saat hari tak hujan, sawah kekurangan air.

Baca juga: Teknologi IPHA Hemat Air dan Meningkatkan Produktivitas Padi, Tapi Rentan Hama Tikus

Ironisnya, persawahan yang dulu terkena dampak tambang kini sebagian justru bergantung pada lubang bekas tambang yang ditinggalkan untuk memenuhi kebutuhan airnya.

Makroman menjadi simbol perlawanan XR Kaltim Bunga Terung, Imapa Unmul dan Mapala UMKT kali ini adalah sebuah tragedi yang tidak hanya mencerminkan kelalaian perusahaan tambang. Melainkan juga memperlihatkan kegagalan pemerintah dalam menegakkan regulasi dan melindungi warga.

Lubang tambang yang seharusnya direklamasi malah ditelantarkan dan sekarang menjadi sarang bagi habitat buaya yang mengancam warga. Perusahaan tambang sering kali mengabaikan kewajiban mereka untuk memulihkan lahan bekas eksploitasi, sementara pemerintah memilih bungkam atau berdalih dengan alasan administrasi.

Baca juga: Jelantah, Potensial Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Terbang

“Lubang tambang ini bukan hanya sekadar lubang di tanah. Ia adalah simbol dari ketidakadilan, ketidakpedulian, dan kebohongan besar industri ekstraktif yang terus diulang dari tahun ke tahun,” demikian pesan reflektif dari XR Kaltim Bunga Terung untuk memperingati Hari Bumi 2025 ini.

XR Kaltim Bunga Terung mencatat setiap tahun, pemerintah dan industri tambang terus menjanjikan perbaikan kebijakan pertambangan yang baik dan reklamasi yang lebih efektif. Faktanya, kebanyakan langkah tersebut hanya berupa formalitas yang tidak memberikan dampak nyata dan sarat kebohongan.

Perusahaan tambang dan pemerintah selalu mengklaim telah mengalokasikan dana besar untuk masyarakat dan pemulihan lingkungan. Kenyataannya, semua kebohongan ini semakin mempertegas bahwa kepentingan bisnis atau mengamankan usaha lebih diutamakan daripada keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Hari Bumi 2025Imapa Unmullubang tambangMapala UMKTtambang batu baraXR Bunga Terung

Editor

Next Post
Diskusi bertajuk Mendukung Pengesahan RUU Masyarakat Adat: Bentuk Pengakuan, Keadilan, dan Penghormatan Bagi Masyarakat Adat. Foto Istimewa.

Pengesahan RUU Masyarakat Adat Penting di Tengah Konflik Masyarakat dan Negara

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media