Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Empat Warga Indonesia Ajukan Gugatan Iklim terhadap Perusahaan Semen Swiss

Banjir rob terhitung telah melanda Pulau Pari hingga lima kali. Kondisi itu tak lepas dari krisis iklim akibat aktivitas perusahaan semen asal Swiss.

Jumat, 3 Februari 2023
A A
Banjir rob di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan akhir 2022. Foto pulauseribu.jakarta.go.id.

Banjir rob di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan akhir 2022. Foto pulauseribu.jakarta.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sudah lima kali banjir merendam rumah Arif di Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Jakarta sepanjang 2021. Bahkan air yang masuk ke rumahnya di penghujung 2021 telah menyebabkan kerusakan besar.

“Semakin parah setiap tahun,” kata Arif, 52 tahun, nelayan sekaligus mekanik.

Banjir itu berasal dari luapan air laut. Mengingat permukaan laut naik, ombak semakin tinggi, dan musim pun tidak bisa diprediksi akibat krisis iklim.

“Pulau menjadi semakin sering dihantam banjir rob,” ungkap Arif.

Baca Juga: KLHK Siap Tuntaskan Masalah Sampah 2025 Lewat Hari Peduli Sampah 2023

Kondisi tersebut mengancam mata pencaharian Arif berikut 1.500 orang yang tinggal di Pulau Pari. Meskipun mereka tidak melakukan apa pun yang berkontribusi pada krisis iklim.

Lantas bagaimana perjuangan mereka mencari keadilan bagi warga Pulau Pari?

Juli 2022, empat warga Pulau Pari, yakni Arif, Asmania, Mustaghfirin, dan Edi berangkat ke Kota Zug, Swiss yang menjadi lokasi Kantor Pusat Holcim. Mereka datang untuk melawan ketidakadilan dengan mengajukan konsiliasi atau mediasi. Namun selama proses konsiliasi, Holcim tidak menunjukkan keseriusan untuk menanggapi keresahan mereka. Lantaran itu pula, keempat penggugat itu mengajukan gugatan peradilan terhadap korporasi atas nama seluruh warga Pulau Pari di Pengadilan Wilayah Zug pada 30 Januari 2023.

Baca Juga: Ini Isi Kebijakan Satu Peta yang Jadi Tanggung Jawab Badan Geologi

“Keberadaan kami terancam. Kami ingin mereka yang bertanggung jawab sekarang dan segera mengambil tindakan,” kata Asmania.

Bagian Gerakan Dunia
Sidang konsiliasi pada Oktober 2022 berakhir tanpa hasil. Kini, empat warga Indonesia yang terancam keberadaannya itu menggugat Holcim ke pengadilan. Mereka menuntut ganti rugi atas krisis iklim yang mereka derita, kontribusi finansial untuk penanggulangan banjir, serta pengurangan emisi CO2 Holcim secara cepat.

Gugatan terhadap Holcim adalah bagian dari gerakan dunia, meskipun hanya gugatan iklim kedua kasus yang diajukan oleh orang-orang yang terkena dampak di negara selatan (Global South). Tidak hanya menuntut Holcim untuk memikul tanggung jawab sejarah, tetapi juga tanggung jawab masa depan dengan meminta perusahaan untuk mengurangi emisinya dengan cepat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banjir robgugatan iklimHolcimKrisis Iklimpemanasan globalPerjanjian Iklim Paris 2015perubahan iklimPulau SeribuWalhi

Editor

Next Post
Gempa dangkal guncang empat Pulau Indonesia sejak Kamis malam, 2 Februari 2023 hingga Jumat pagi, 3 Februari 2023. Foto tangkap layar Google Earth, episenter gempa dangkal di Pulau Morotai, Maluku Utara.

Analisis Gempa Dangkal di Pulau Indonesia hingga Jumat 3 Februari 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media