Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Erupsi Lagi, Status Vulkanik Gunung Ibu Naik Menjadi Awas

Rabu, 15 Januari 2025
A A
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi, Rabu, 15 Januari 2025 pagi. Foto Magma Indonesia.

Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi, Rabu, 15 Januari 2025 pagi. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Ibu naik menjadi tingkat tertinggi, yaitu level IV atau AWAS, Rabu, 15 Januari 2025 pukul 10.00 WIT. Kenaikan status menyusul hasil pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bahwa Gunung Ibu yang berlokasi di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara mengalami erupsi terus menerus.

Sebelum kenaikan status, Gunung Ibu Kembali erupsi, Rabu, 15 Januari 2025 pukul 07.11 WIT. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak. Distribusi abu vulkanik yang tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke arah barat. Erupsi terekam pada perangkat seismograf dengan durasi waktu 2 menit 11 detik. Dentuman dan gemuruh letusan berlangsung terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu.

“BNPB bersiaga untuk membantu pemerintah daerah pada situasi darurat. Ini mengantisipasi potensi dampak erupsi setelah adanya kenaikan,” kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto kepada jajarannya, di mana beberapa personel BNPB telah berada di Kecamatan Ibu.

Baca juga: Walhi Yogya dan FPG Tolak Pantai Pandansari Jadi Tempat Pengelolaan Sampah Sementara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat untuk kesiapsiagaan. Sedangkan pemantauan akitvitas vulkanik, BNPB berkoordinasi dengan PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM untuk mendapatkan informasi situasi terkini.

Dua hari sebelumnya, para personel BPBD telah membagikan masker kepada warga dan mensosialisasikan potensi dampak serta bahaya erupsi. Hari ini, BPBD kembali bersiaga untuk evakuasi warga apabila tindakan ini dibutuhkan.

BPBD telah menyiapkan titik-titik evakuasi sementara. Warga dapat secara mandiri menuju ke titik-titik evakuasi tersebut.

Baca juga: Prigi Arisandi, Selamatkan Lingkungan Bermula dari Kematian Ikan Massal di Sungai

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung IbuKabupaten Halmahera BaratPVMBG Badan Geologistatus AWAS

Editor

Next Post
KKP menyegel pagar laut di perairan Bekasi, Jawa Barat, 15 Januari 2025. Foto Dok. KKP.

Setelah Tangerang, KKP Segel Pagar Laut di Perairan Bekasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media