Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Fedik Abdul Ratam, Tantangan Pembuatan Vaksin Inavac dari Alat hingga Dana

Vaksin Inavac merupakan salah satu vaksin karya anak bangsa yang diproduksi Unair.

Minggu, 8 Januari 2023
A A
Guru Besar FKH Unair, Prof. Fedik Abdul Rantam. Foto bprin.unair.ac.id.

Guru Besar FKH Unair, Prof. Fedik Abdul Rantam. Foto bprin.unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu perjuangan saat pandemi Covid-19 adalah pembuatan Vaksin Merah Putih atau Inavac karya dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair yang digagas Prof. Fedik Abdul Rantam. Ia mengungkap perjuangan panjang untuk memperoleh sampel pengujian vaksin Covid-19 karena membutuhkan 17 tahapan.

“Kerja sama antara Unair dengan PT Biotis itu awalnya mengisolasi 29 virus. Kemudian diseleksi hingga akhirnya didapat satu sampel terbaik,” terang Guru Besar FKH Unair itu dalam talkshow di sela Pameran Arsip Pandemi Covid-19 di Balai Pemuda, Alun-alun Surabaya, 4 Januari 2023.

Untuk mencapai semua tahapan itu bukan tanpa hambatan. Ada kendala peralatan yang harus dioptimalkan terlebih dahulu. Juga pendanaan yang awalnya tidak disokong oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tapi kemudian didukung Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Memantik Pembangunan Museum Covid-19 Lewat Pameran Arsip Unair

“Meskipun begitu, saya dan tim merasa senang karena presentasi progres kami selalu bagus. Itulah pentingnya excellence with morality, dengan kemampuan yang kami miliki, juga ketulusan kami membantu orang lain akan didapat hasil yang baik dan maksimal,” papar Fedik.

Tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang menentang vaksin karena menganggap tidak akan terinfeksi Covid-19 meskipun tidak vaksin. Fedik pun mengaitkan dengan kasus bertahun-tahun lalu.

“Kami tentu tidak bisa memaksa orang lain, tapi kami bisa melihat dari realitanya saja. Indonesia dulu mengalami penurunan banyak kasus, contohnya influenza juga karena vaksin,” jelas Fedik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BPOMEUAPameran Arsip Pandemi Covid-19Prof. Fedik Abdul RantamUnairvaksin Inavacvaksin Merah Putih

Editor

Next Post
Guru Besar Farmasi Unair, Prof. Retno Sari. Foto unair.ac.id

Retno Sari, Atasi Panic Buying dengan Hand Sanitizer dari Daun Sirih

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media