Wanaloka.com – Teknologi dan inovasi dapat dimanfaatkan untuk memantau potensi bencana, mengembangkan sistem peringatan dini, dan meningkatkan kapasitas mitigasi bencana. Konteks inovasi ini dapat mendorong pengembangan teknologi baru yang lebih efektif dan efisien dalam menghadapi bencana.
Dua hal tersebut akan mendukung industrialisasi kebencanaan sehingga ini meningkatkan produksi barang dan jasa yang diperlukan untuk penanganan bencana, seperti alat berat, obat-obatan dan makanan.
Demikian salah satu yang mengemuka dalam kegiatan diskusi kelompok terfokus (FGD) penyusunan draf awal peta jalan teknologi dan inovasi dalam industrialisasi kebencanaan di Jakarta pada 21 Desember 2023. FGD tersebut merupakan upaya BNPB mengawal resiliensi berkelanjutan yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada gelaran Global Platform for Disaster Risk Reduction ke-7 pada Mei 2022.
Baca Juga: Aroma Dugaan Korupsi Sektor Tambang Gubernur Maluku Utara, Jatam: Usut!
Hasil FGD tersebut akan memberi masukan terhadap peta jalan (roadmap) kepada pemerintah, akademisi dan pelaku industri dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung industrialisasi kebencanaan. FGD ini dihadiri oleh sejumlah pakar dan mitra di bidang teknologi, termasuk BNPB, BRIN, KORIKA, BMKG, dan CTIS.
Deputi bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menyampaikan isu teknologi sangat relevan dengan kebencanaan. Salah satu tujuannya yaitu mendukung industrialisasi kebencanaan yang berkontribusi dalam mewujudkan resiliensi berkelanjutan. Menurut dia, para pakar teknologi dan akademis memiliki kapasitas dalam pemanfaatan teknologi dan inovasi di bidang kebencanaan.
“Dalam catatan kebencanaan, kami selalu membahas tentang teknologi, serta perubahan iklim yang selalu menjadi perhatian global,” kata Raditya.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem Libur Nataru, BMKG Minta Update Prakiraan Cuaca
Ia juga mengajak para pakar teknologi agar ikut terlibat mengawal kebijakan dalam hal kebencanaan. Sementara Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo mengatakan artificial intelligence (AI) juga dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam upaya penanggulangan bencana.
“Pengurangan risiko bencana dan penguatan ketahanan terhadap dampak bencana dapat dibantu dengan teknologi termasuk teknologi AI,” ujar Agus.
Discussion about this post