Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Fondasi Gedung Pusat Komando Peringatan Dini Multi Bahaya Sedalam 30 Meter

Gedung ini dilengkapi teknologi base isolation tipe Friction Pendulum yang mampu meredam guncangan gempa hingga periode ulang 2.500 tahun.

Rabu, 23 Juli 2025
A A
Peresmian Pusat Komando Peringatan Dini Multi Bahaya di Jakarta, 21 Juli 2025. Foto BMKG.

Peresmian Pusat Komando Peringatan Dini Multi Bahaya di Jakarta, 21 Juli 2025. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meresmikan Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) bertepatan dengan peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-78 di Jakarta, Senin, 21 Juli 2025. Gedung yang menjadi pusat komando sistem peringatan dini multi-bahaya pertama di Indonesia ini dirancang khusus tahan gempa.

Gedung ini menjadi jantung baru sistem peringatan dini nasional. Dalam gedung seluas seluas 8.450 m² dilengkapi teknologi base isolation tipe Friction Pendulum yang mampu meredam guncangan gempa hingga periode ulang 2.500 tahun. Berlokasi di Jakarta, gedung ini merupakan bagian dari Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) dengan fasilitas cadangan (backup center) di Denpasar, Bali.

“Gedung baru ini berdiri kokoh dengan teknologi base isolation, yaitu sistem peredam guncangan gempa yang dipasang pada fondasi bangunan. Fondasi ditanam hingga kedalaman hampir 30 meter di tanah keras, menggantikan tanah lunak sebelumnya, guna mengurangi amplifikasi gempa,” papar Dwikorita.

Baca juga: Karhutla di Riau, 29 Orang Tersangka dan Luas Lahan Terdampak Capai 1.000 Hektare

Pembangunan pusat komando ini merupakan langkah strategis memperkuat sistem nasional peringatan dini berbasis geofisika dan iklim. Baik Tsunami Early Warning System (TEWS), Earthquake Early Warning System (EEWS), Meteorology Early Warning System (MEWS), dan Climatology Early Warning System (CEWS). Seluruh sistem tersebut terintegrasi dalam satu ruang kendali beroperasi 24/7 dengan dukungan sistem cadangan yang andal.

“Melalui proyek IDRIP ini, Indonesia mulai menyiapkan sistem peringatan dini yang tidak hanya berfokus pada megathrust, namun juga berbagai jenis potensi bencana lainnya,” ujar dia.

Pembangunan ini merupakan respons atas kegagapan masa lalu saat Indonesia menghadapi bencana besar seperti tsunami Aceh 2004 dan Palu 2018. Kini, berbagai potensi bencana, cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, hingga tsunami, dapat dimonitor dalam satu sistem yang terintegrasi, yaitu Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS). Sistem ini dikembangkan para talenta muda BMKG yang belajar di berbagai negara.

Baca juga: Karhutla Juga Terpantau di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Kalimantan Selatan

Dengan teknologi base isolation yang memungkinkan penerapan pada gedung eksisting (retrofitted), pembangunan ini juga menjadi solusi masa depan untuk memperkuat infrastruktur vital lainnya.

Gedung serupa kini tengah dibangun di Denpasar sebagai cadangan, meski dengan versi yang lebih sederhana karena struktur bangunannya lebih rendah. Gedung ini terdiri dari sembilan lantai dan dua basement, dengan total luas bangunan mencapai 8.679,88 m². Terdapat 23 titik base isolator friction pendulum yang terpasang menggunakan sistem jacking untuk menjamin akurasi dan keamanan.

“Indonesia mengalami 3.000–5.000 bencana setiap tahun dengan kerugian mencapai Rp23–30 triliun. Gedung ini adalah langkah awal penting dalam membangun ekosistem mitigasi bencana yang tangguh,” kata Sekretaris Utama BNPB, Rustian yang juga hadir.

Baca juga: Bambang Hero, Ada Dua Rekomendasi Hadapi Peningkatan Karhutla Ekstrem

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, turut menambahkan bangunan ini bukan sekadar fasilitas, tapi simbol kemajuan sistem peringatan dini nasional.

“Gedung ini akan menjadi pusat kendali strategis dengan sistem komunikasi bencana, pusat data, dan operasional 24/7 yang sangat penting untuk koordinasi saat detik-detik darurat,” ucap dia.

Sementara Direktur Operasional I PT WEGE, Bagus Tri Setyana menekankan bahwa proyek ini bukan hanya solusi konstruksi. Melainkan kontribusi terhadap masa depan berkelanjutan.

Baca juga: Hasil Tinjauan BNPB, Kebakaran Lahan dan Hutan Terjadi di Seluruh Wilayah Riau

“Sistem ini belum pernah digunakan untuk pusat data di Indonesia sebelumnya. Menariknya, sebagian besar komponennya dibuat secara lokal oleh anak perusahaan kami, WIKA Industri Baja, meski teknologinya dari Italia. Ini meningkatkan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN),” ujar Bagus.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gedung Multi Hazard Early Warning SystemKepala BMKG Dwikorita Karnawatisistem peringatan dini multi bahayaSMONGtahan gempa

Editor

Next Post
Komisi XIII menerima audiensi LEM UII Yogyakarta terkait RUU Masyarakat Adat di Gedung DPR, 21 Juli 2025. Foto Runi-Andri/Parlementaria.

Lebih Dua Dekade, Baleg dan Komisi XIII DPR Janji Sahkan RUU Masyarakat Adat

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media