Sedangkan anggaran karbon apabila dunia ingin memiliki tingkat keberhasilan 50 persen dalam upaya menahan keernaikan suhu rata-rata di bawah 2 derajat masih tersisa sebanyak 1230 GtCO2. Anggaran ini baru akan “habis terpakai” dalam 30 tahun jika dunia masih terus mengeluarkan emisi dengan tingkat yang sama seperti tahun 2022.
Baca Juga: Awas Cuaca Ekstrem, Ribuan Warga Lampung dan Sumut Terdampak Banjir
Catatan penting, bahwa emisi gas rumah kaca yang dikeluarkan dunia masih diproyeksi akan terus meningkat apabila kondisi tidak berubah. Akibatnya, anggaran karbon kemungkinan besar akan lebih cepat habis terpakai.
Tercapaikah Target Emisi CO2 Nol Persen pada 2050?
Untuk mencapai terget itu dibutuhkan penurunan emisi C02 sekitar 1,4 GtCO2 setiap tahun. Angka itu sebanding dengan penurunan emisi yang diamati pada 2020 akibat lockdown saat Covid-19.
Laporan Global Carbon Project juga memproyeksi, konsentrasi CO2 di atmosfer akan mencapai rata-rata 417,2 bagian per juta pada 2022 atau lebih dari 50 persen di atas tingkat pra-industri. Proyeksi total emisi 40,6 GtCO2 pada 2022 mendekati 40,9 GtCO2 pada 2019. Angka itu merupakan total tahunan tertinggi yang pernah ada.
Baca Juga: Serba Serbi KTT G20, BMKG Perbarui Aplikasi InfoBMKG
Lahan dan lautan yang menyerap dan menyimpan karbon terus mengambil sekitar setengah dari emisi CO2. Penyerapan CO2 laut dan darat masih meningkat sebagai respons terhadap peningkatan CO2 di atmosfer, meskipun perubahan iklim mengurangi pertumbuhan ini sekitar 4 persen penyerapan laut dan 17 persen penyerapan lahan selama dekade 2012-2021.
Carbon budget tahun ini menunjukkan peningkatan emisi fosil jangka panjang telah melambat. Kenaikan rata-rata mencapai lebih 3 persen per tahun selama tahun 2000-an. Sementara pertumbuhan dalam dekade terakhir sekitar lebih 0,5 persen per tahun.
Tim peneliti – termasuk Exeter University, University of East Anglia (UEA), CICERO dan Ludwig-Maximilian-University Munich – menyambut baik perlambatan ini. Namun masih jauh dari penurunan emisi yang dibutuhkan.
Baca Juga: Gempa di Selatan Jember Magnitudo 5,0 Dipicu Aktivitas Deformasi Kerak Bumi
“Kita berada pada titik balik dan tidak boleh membiarkan perhatian kita beralih dari kebutuhan mendesak dan berkelanjutan untuk mengurangi emisi, untuk menstabilkan iklim global dan mengurangi risiko yang muncul,” kata Profesor Le Quéré.
Penghapusan karbon melalui reboisasi atau hutan baru akan mengimbangi setengah dari emisi deforestasi. Para peneliti mengatakan, menghentikan deforestasi dan meningkatkan upaya pemulihan dan memperluas hutan merupakan peluang besar demi mengurangi emisi.
Laporan ini dihasilkan lebih dari 100 ilmuwan untuk meneliti sumber karbon maupun penyerapnya. Laporan ini memberikan pembaruan tahunan yang telah ditinjau dan menggunakan metodologi mapan yang sepenuhnya transparan. Publik bisa mengaksesnya di: https://doi.org/10.5194/essd-14-4811-2022. [WLC02]
Discussion about this post