Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Copas, Kopi Herbal Tanpa Kafein dari Biji Pepaya

Menyeduh kopi ternyata bisa tanpa biji kopi, melainkan biji pepaya. Konon ada sederet manfaat untuk kesehatan dalam kandungannya.

Sabtu, 12 November 2022
A A
Hasil seduhan Copas, kopi biji pepaya dari mahasiswa KKN UNY. Foto uny.ac.id

Hasil seduhan Copas, kopi biji pepaya dari mahasiswa KKN UNY. Foto uny.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Adalah Dukuh Karang Duwet, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang dikenal salah satu desa penghasil buah pepaya. Namun seperti konsumen pepaya umumnya yang hanya mengonsumsi daging buahnya. Warna daging buah yang jingga kemerahan, rasa manis, memiliki banyak air, dan memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh, serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Di sisi lain, membuang bagian lainnya.

Padahal pepaya merupakan jenis tanaman perennial (menahun) yang memiliki banyak manfaat dari bagian batang, bunga, daun, buah, dan biji pepaya. Berangkat dari alasan itulah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengedukasi masyarakat di sana untuk meracik biji pepaya menjadi kopi pada Oktober 2022. Mereka menamakan produknya kopi biji pepaya atau Copas (Coffee from Pepaya Seed). Peraciknya adalah Frederico Yohanes Weruin.

Ketua KKN UNY Dukuh Karang Duwet Listia Nur Ramadhani berharap masyarakat sadar manfaat biji pepaya, mengolahnya lalu menjadikan produk yang inovatif seperti Copas. Pengolahan biji pepaya menjadi Copas pun diharapkan dapat menunjang perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Global Carbon Project 2022, Indonesia Penyumbang Emisi Terbesar Akibat Penggunaan Lahan

“Dan menjadi produk ikonik Desa Mranggen,” harap Listia.

Cara Membuat

Mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UNY yang menjadi peracik Copas, Frederico Yohanes Weruin membeberkan bahan yang dibutuhkan hanyalah biji papaya. Sedangkan peralatan lain yang dibutuhkan adalah nampan, wajan, blender, sendok makan dan sendok teh, saringan, dan coffee bag.

Cara membuatnya adalah mengambil biji pepaya berwarna hitam dari buah pepaya matang yang telah dikupas. Biji-biji pepaya itu dicuci hingga kulit luarnya terkelupas. Kemudian letakkan biji yang sudah dicuci di atas nampan, dijemur di bawah terik sinar matahari selama 2-3 hari hingga kondisi biji menjadi kering.

Baca Juga: Serba Serbi KTT G20, Skenario Antisipasi Bencana Alam dan Non Alam

Barulah dilakukan penyangraian atau menggoreng tanpa minyak dengan api kecil selama sekitar 10 menit. Setidaknya hingga biji pepaya berubah warna menjadi coklat kehitaman dan memiliki bau seperti bau kopi yang khas. Kemudian dinginkan biji pepaya dalam suhu ruangan selama sekitar 30 menit.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: biji pepayaCoffee from Pepaya SeedKopikopi biji pepayakopi herbalkopi tanpa kafeinmahasiswa KKN UNY

Editor

Next Post
Salah satu proses pengambilan gambar untuk film kebun kopi Vorstlanden. Foto fib.uns.ac.id

Mengenal Sejarah Juragan Kebun Kopi Vorstenlanden Lewat Film

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media