Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Harga Kedelai Melangit, Perajin Tahu Tempe Mogok Tiga Hari

Senin, 21 Februari 2022
A A
Aksi perajin tahu tempe akibat harga kedelai naik. Foto Dok. Paguyuban Dadi Rukun

Aksi perajin tahu tempe akibat harga kedelai naik. Foto Dok. Paguyuban Dadi Rukun

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perajin tahu tempe di Depok, Jawa Barat, melakukan aksi mogok produksi selama tiga hari karena harga kedelai melangit. Dari semula sekitar Rp8.000 per kilogram kedelai, kini mencapai harga Rp 11.240 per kilogram. Kondisi ini membuat para perajin tahu dan tempe menjerit karena tak mampu bertahan dan terancam gulung tikar.

“Mogok produksi kami lakukan karena para perajin tahu dan tempe sudah tidak bisa jualan karena harga bahan baku naik tajam,” ujar Ketua Umum Paguyuban Dadi Rukun, Rasjani di sela-sela aksi teatrikal yang digelar di Depok, Senin, 21 Februari 2022.

Kenaikan harga kacang kedelai impor, diakui Rasjani semakin menambah tekanan ekonomi bagi para perajin tempe dan tahu yang selama ini sudah kesulitan karena pandemi. Sayangnya, pemerintah justru terkesan membiarkan harga kacang kedelai naik tajam ketimbang memberikan subsidi bagi pengrajin ekonomi menengah ke bawah ini.

Baca Juga: Gajah Melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Begini Mitigasi BBKSDA Riau

Dalam aksinya, para perajin tempe menumpuk drum dan kerei di lapangan di dekat sentra produksi tempe di wilayah Depok. Drum dan kerei merupakan alat produksi pembuatan tempe. Drum biasa dipakai untuk merebus kedelai. Sementara kerei digunakan untuk menyusun tempe.

“Kami sengaja menumpuk drum dan kerei di lapangan sebagai bentuk protes atas kenaikan harga kedelai yang membuat kami tidak bisa produksi,” ujar Rasjani menambahkan.

Dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, para perajin tempe meminta pemerintah turun tangan untuk mengendalikan harga kacang kedelai impor. Mereka juga mendesak importir dan distributor kedelai impor tak seenaknya menaikkan harga.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kedelaimogok produksiperajin tahu tempestok kedelai nasionaltahutempe

Editor

Next Post
Ilustrasi aktivitas publik masa pandemi Covid-19. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Sejumlah Negara Mulai Berlakukan Transisi Endemi Covid-19, Indonesia Pilih Hati-hati

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media