Senin, 5 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi, Google Doodle Sajikan Potret Kerusakan Bumi

Jumat, 22 April 2022
A A
Ilustrasi bumi. Foto geralt/pixabay.com.
Gunung Kilimanjoro. Foto google doodle.
Semersoq. Foto google doodle.
Greet Barrier Rief/ Foto google doole.
Hutan Harz. Foto google doodle.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peringatan Hari Bumi Sedunia saban 22 April kian mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Bagaimana tidak? Perubahan iklim telah menyulap kondisi bumi kian rusak. Gunung-gunung es meleleh, pohon hutan tak lagi berbuah, banjir di mana-mana, sumber mata air mengering, permukaan tanah retak-retak, jutaan belalang menyerbu, ulat-ulat bulu meriyap ke rumah-rumah, Desember-Januari tak lagi hujan, suhu bumi teramat panas, juga hujan es dan hujan salju muncul di negara-negara beriklim tropis. Itu baru bagian kecil dari dampak perubahan iklim di berbagai daerah dan negara.

Potret kerusakan bumi disajikan secara apik dalam Google Doodle kali ini, 22 April 2022. Lewat teknologi time-lapse, Google Doodle menampilkan empat gambar lokasi di bumi ini yang mengalami kerusakan secara bertahap akibat perubahan iklim sejak 1986-2020 lewat teropong citra satelit.

Di mana saja lokasi itu?

1. Gunung Kilimanjaro, Afrika
Gunung Kilimanjaro adalah gunung gletser tertinggi di Tanzania, Afrika. Lantaran tinggi — 5.895 meter di atas permukaan laut — puncaknya tertutup es. Pada 1986, puncak berselimut es itu masih tampak. Namun lewat gambar time-lapse sejak Desember 1986, salju itu mulai mencair perlahan hingga 2020.

Salju yang hilang dari puncak Kilimanjoro sudah diprediksi seorang seorang paleoklimatologis dari Ohio State University, Lonnie Thompson. Bahwa gletser di puncak gunung yang sudah ada sejak 11.700 tahun lalu akan menghilang sekitar 2015-2020.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Greet Barrier RiefGunung KilimanjoroHari Bumi SeduniaHutan Harzperubahan iklimSermersooq

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media