Selasa, 6 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi, Google Doodle Sajikan Potret Kerusakan Bumi

Jumat, 22 April 2022
A A
Ilustrasi bumi. Foto geralt/pixabay.com.
Gunung Kilimanjoro. Foto google doodle.
Semersoq. Foto google doodle.
Greet Barrier Rief/ Foto google doole.
Hutan Harz. Foto google doodle.
Share on FacebookShare on Twitter

2. Sermersooq, Greenland
Sermersooq yang dalam bahasa Greendland berarti tempat dengan banyak es. Dan memang kota di Greenland yang berdiri pada 1 Januari 2009 itu tertutup salju. Namun salju kota itu mulai meleleh sejak 2000-2020.

3. Greet Barrier Rief alias karang penghalang besar, Australia
Lokasi tepatnya di Pulau Lizard, Australia. Karang penghalang besar ini merupakan salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan Unesco pada 1981. Karang ini merupakan kumpulan terumbu karang terbesar di dunia, meliputi 3.000 karang dan 900 pulau yang membentang sepanjang 2.600 km.

Namun terumbu karang yang indah nan rimbun itu hanya dalam waktu sekejap tiga bulan, Maret-Mei 2016, lenyap.

4. Hutan Harz, Jerman
Hutan ini merupakan Taman Nasional Harz yang luasannya mencapai lebih dari 10 persen dari total luas Pegunungan Harz di Jerman. Sebelumnya, taman ini merupakan bagian dari perbatasan antara Jerman Timur dan Barat. Keberadaannya turut melestarikan ekosistem dan membiarkannya berkembang.Namun sejak Desember 1995 hingga 2020, hutan tampak hancur oleh serangan kumbang kulit kayu karena kenaikan suhu dan kekeringan yang parah. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Greet Barrier RiefGunung KilimanjoroHari Bumi SeduniaHutan Harzperubahan iklimSermersooq

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media