Selasa, 6 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Percepat Pencarian Korban Bencana dengan Integrasi Drone, AI dan Telepon Pintar

Tantangan penerapannya di Indonesia adalah medan bencana yang beragam, mulai dari banjir luas, hutan lebat, hingga wilayah tanpa sinyal mempengaruhi stabilitas drone dan akurasi deteksi berbasis AI.

Sabtu, 27 Desember 2025
A A
Tim rescue melakukan evakuasi korban longsor dan banjir di Kabupaten Pesisir Selatan,Sumbar, 9 Maret 2024. Foto Dok.BPBD Pesisir Selatan.

Tim rescue melakukan evakuasi korban longsor dan banjir di Kabupaten Pesisir Selatan,Sumbar, 9 Maret 2024. Foto Dok.BPBD Pesisir Selatan.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Per 27 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban tewas akibat bencana Sumatra mencapai 1.138 orang dan yang hilang 163 orang. Lambatnya proses pencarian korban bencana ekologis ini menegaskan perlunya terobosan dalam teknologi penyelamatan.

Pakar teknologi kecerdasan buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Andi Dharmawan menilai pencarian dan penyelamatan korban bencana bisa menggunakan teknologi berbasis drone, computer vision, dan perangkat pintar.

“Teknologi ini telah terbukti efektif digunakan di berbagai negara maju dalam operasi kebencanaan,” klaim dia, Kamis, 11 Desember 2025.

Baca juga: Infeksi Pernafasan dan Penyakit Kulit Mengintai Pengungsi Bencana Hidrometeorologi

Andi menjelaskan penggunaan drone sebagai alat pencarian korban sebenarnya bukan hal baru di dunia. Ia mencontohkan, penggunaan drone saat Hurricane Harvey di Amerika Serikat, ketika video udara dikirim secara real-time untuk mempercepat evakuasi. Juga peristiwa di Australia ketika drone menyelamatkan dua remaja terseret ombak dengan menjatuhkan pelampung secara otomatis.

Jepang dan Swiss juga telah mengembangkan drone dengan kamera termal dan AI untuk mendeteksi keberadaan manusia di antara puing. Di Indonesia drone sudah mulai dipakai, tapi belum terintegrasi dengan AI.

“Tantangannya tinggal integrasi, adopsi, dan hilirisasi,” tutur dia.

Baca juga: Siklon Tropis Saat Libur Nataru, Waspada Potensi Hujan Lebat

Meski teknologi tersebut menjanjikan, Andi menekankan kondisi geografis Indonesia yang kompleks menjadi tantangan terbesar. Medan bencana yang beragam, mulai dari banjir luas, hutan lebat, hingga wilayah tanpa sinyal mempengaruhi stabilitas drone dan akurasi deteksi berbasis AI.

AI bisa mendeteksi manusia di gambar, tapi kondisi lapangan tidak selalu ideal. Air keruh, banyak puing, pencahayaan minim, atau korban tertutup sebagian. Modelnya harus kuat banget buat kondisi dunia nyata. Selain itu, integrasi informasi dari drone dan AI ke tim SAR di lapangan juga membutuhkan sistem yang cepat dan rapi agar hasil deteksi bisa langsung ditindaklanjuti.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana Sumatrakecerdasan buatanPencarian Korban BencanaUniversitas Gadjah Mada

Editor

Next Post
Ilustrasi truk-truk pengangkut sampah. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Sampah Nataru, Rest Area Wajib Mengelola dan Sanksi Bagi Kepala Daerah yang Abai

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media