Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Cara Mahasiswa Unair Sulap Sampah Plastik Jadi Material Bangunan

Sampah yang dihasilkan bisa punya nilai ekonomis, asalkan kreatif mengolahnya. Jadi solusi mengurangi tumpukan sampah juga bukan?

Minggu, 6 Agustus 2023
A A
Mahasiswa Unair mengolah sampah plastik pesisir Banyuwangi menjadi paving block. Foto unair.ac.id.

Mahasiswa Unair mengolah sampah plastik pesisir Banyuwangi menjadi paving block. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Gempa Dalam Guncang Laut Jawa, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami Selatan Jawa

Pembuatan ecobricks diawali dengan pemiliahan sampah plastik dan botol plastik. Kemudian sampah-sampah itu dicuci dan dipotong kecil-kecil.

Potongan sampah plastik dimasukkan ke dalam botol plastik hingga padat. Botol yang sudah berisi sampah disusun dan ditata sesuai selera dengan menggunakan lem. Ada yang disusun menjadi kursi kecil. Kemudian bagian atasnya ditambah alas untuk tempat duduk. Ecobricks juga bisa digunakan menjadi pengganti bata merah sehingga punya nilai jual.

“Tidak hanya berdampak bagi lingkungan, ecobricks juga dapat meningkatkan income pendapatan warga setempat,” imbuh Safira.

Baca Juga: Mohammad Pramono: Solusi Sampah TPA Piyungan Diolah Jadi Bahan Bakar PLTU

Sisa Dapur Jadi Pupuk Cair
Mahasiswa KKN BBK Periode 2 Unair di Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi memilih Program Education on Managing Organic Waste into Organic Liquid Fertilizer yang berfokus pada bidang lingkungan. Bentuk kegiatannya adalah mengolah sampah organik menjadi pupuk cair.

“Pupuk tersebut lebih praktis penggunaannya, hanya perlu disemprot ke tanaman,” jelas anggota KKN Siti Nur Aisyah.

Inovasi tersebut dipilih karena desa tersebut belum memiliki tempat pembuangan dan pengelolaan sampah. Masyarakat memilih untuk memusnahkan sampah dengan cara dibakar sehingga menyebabkan polusi udara.

Baca Juga: Peta Jalan Energi Baru Terbarukan ASEAN

Bahan yang disiapkan adalah gula 10 gram, EM4 10 ml, air 1 liter, sampah organik hingga 250 gram. Cara pembuatannya diawali dengan mencacah sampah rumah tangga menjadi kecil-kecil. Kemudian membuat larutan pengurai dengan mencampurkan gula, air dan EM4. lalu masukkan cacahan sampah rumah tangga tersebut ke dalam bak kompos. Campurkan dengan 1,5 liter larutan pengurai dan simpan di tempat teduh.

Tunggulah hingga larutan tersebut terfermentasi selama dua minggu. Tahap akhir adalah menyaring fermentasi larutan tersebut dan pupuk cair siap digunakan.

Baca Juga: Analisis BMKG Gempa 5,1 Magnitudo Laut Banda

Siti berharap lewat pendekatan tersebut, masyarakat akan mengubah pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat. Pupuk cair tersebut dapat digunakan sebagai produk penyubur tanaman dan tanah di wilayah tersebut.

“Harapannya dapat menginspirasi orang lain agar dapat memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna,” harapnya. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ecobricksKKN BBK Unairmahasiswa Unairpaving blockpupuk cairsampah plastik

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Ilmu Kimia dan Pengelolaan Tanah Fakultas Pertanian UGM Prof. Benito Heru Purwanto. Foto researchgate.net.

Benito Heru: Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pertanian Organik

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media