Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Inilah Riset Lintas Ilmu Momen Langka Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023

Momen langka Gerhana Matahari Hibrida menarik perhatian para periset berbagai keilmuan untuk melakukan penelitian. Apa sajakah yang diteliti?

Jumat, 7 April 2023
A A
Ilustrasi gerhana Matahari. Foto Buddy_Nath/pixabay.com.

Ilustrasi gerhana Matahari. Foto Buddy_Nath/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kami tengah membuat konsep lebih lanjut terkait kolaborasi riset ini,” kata Ketua Panitia Ekspedisi Jala Citra 3 Flores 2023, Kolonel Laut Priyo Dwi Saputro selaku perwakilan dari Pushidrosal.

Timnya tertarik untuk mengamati apakah ada perubahan suara-suara yang dihasilkan biota dan mamalia laut selama terjadi gerhana. Selain itu juga akan melakukan riset tentang bagaimana dampak ionosfer bagi komunikasi HF.

“Apalagi kami di laut cukup bergantung pada frekuensi ini,” ungkap Priyo.

Baca Juga: Gempadewa: Indonesia Tak Butuh Pemimpin yang Terapkan Konsinyasi

Selain itu, riset disiplin ilmu lain juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan momen langka ini. Seperti peneliti dari disiplin ilmu hayati juga dapat ikut melakukan riset terkait ada tidaknya pengaruh proses terjadinya gerhana matahari terhadap perilaku makhluk hidup, baik tumbuhan atau hewan.

Peneliti bidang ilmu sosial juga dapat melakukan penelitian etnoastronomis, terkait bagaimana budaya yang timbul pada masyarakat terkait adanya gerhana matahari hibrida. Momen gerhana tersbut dinilai Sungging membawa kesempatan untuk melakukan kolaborasi lintas disiplin

Pengamatan dengan Filter Khusus
Permana juga mengingatkan dalam proses pengamatan dilarang sekali-kali melihat matahari maupun fenomena gerhana yang menyertainya secara kasat mata.

Baca Juga: Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Sebab pengamatan tanpa filter matahari menyebabkan gangguan kesehatan mata secara serius. Bahkan taraf tertentu dapat menyebabkan kebutaan

“Menggunakan peranti optis, seperti binokuler atau teleskop, harus disertai filter khusus matahari (solar filter),” jelas mantan Kepala Observatorium Bosscha ITB tersebut.

Lebih lanjut rilis BMKG menjelaskan, bahwa gerhana matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya.

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Padang Sidempuan Magnitudo 6,4 Dirasakan Cukup Kuat

Sebaliknya, gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Proses terjadinya selalu pada saat fase purnama.

Sepanjang tahun 2023 diprediksi terjadi empat kali gerhana, meliputi Gerhana Matahari Hibrid pada 20 April 2023, Gerhana Bulan Penumbra pada 5-6 Mei 2023, Gerhana Matahari Cincin pada 14 Oktober 2023, serta Gerhana Bulan Sebagian pada 29 Oktober 2023. Dari empat kali gerhana tersebut hanya Gerhana Matahari Cincin yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

Gerhana matahari di Indonesia berlangsung beberapa kali, yaitu gerhana matahari total pada 1983 dan 2016, juga gerhana matahari cincin pada 2019. [WLC02]

Sumber: BRIN, BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGBRINGerhana Matahari CincinGerhana Matahari HibridaGerhana Matahari Totalriset antariksa

Editor

Next Post
Gempa dangkal darat guncang Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat episentrum gempa BMKG.

Gempa Dangkal Darat Guncang Kota Bukittinggi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media