Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Penanganan mitigasi konflik dengan gajah, selain cara konvensional kini mulai lazim dilakukan dengan pemanfaatan teknologi GPS collar.

Selasa, 4 April 2023
A A
Mitigasi konflik dengan gajah, memanfaatkan GPS collar. Foto PPID Kementerian LHK.

Mitigasi konflik dengan gajah, memanfaatkan GPS collar. Foto PPID Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Selain pengetahuan terhadap karakter satwa liar (buas) yang dilindungi, pemanfaatan alat teknologi dalam mitigasi konflik dengan satwa liar yang dilindungi mulai lazim diterapkan.

Keberadaan satwa liar dan buas yang dilindungi, acap menimbulkan keresahan bagi warga bahkan memicu konflik dengan satwa yang dilindungi itu. Umumnya, zona rawan konflik satwa liar dan buas yang dilindungi umumnya terjadi di pemukiman warga berdampingan dengan kawasan taman nasional, habibat satwa liar dan buas hidup secara alami.

Baru-baru ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menengahi konflik warga dengan Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Desa Air Mas, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Baca Juga: Dua Beruang Madu Korban Jerat di Perkebunan Sekitar TNGL Langkat

Mitigasi konflik dengan gajah dilakukan dengan cara menggiring kelompok Gajah sumatera jantan yang berjumlah tiga individu keluar dari areal perkebunan milik warga dan perusahaan perkebunan.

Zona konflik terjadi tidak jauh dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dilansir dari laman Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, personel BBKSDA Riau dari Resort Kerumutan Utara bersama Balai TNTN dan petugas PT Musim Mas, mencegah konflik dengan gajah selama dua hari, 28 hingga 29 Maret 2023.

Kalung GPS Collar

Untuk kedua kalinya Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berhasil mengenakan Global Positioning System Collar (GPS collar) kepada seekor gajah yang diberinama Ramadhani dari kelompok gajah Jambul, sebagai langkah mitigasi konflik dengan gajah.

Pemanfaatan kalung GPS collar pertama kali dilakukan BBTNBBS pada Desember 2021. GPS collar dipasangkan pada gajah kelompok Bunga di Blok 9, Desa Sidorejo, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, yang berada di luar kawasan TNBBS.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gajah SumateraGPS CollarKabupaten Pelalawankonflik gajah liar dengan wargaKonservasi gajah sumateramitigasi konflik dengan gajahTaman Nasional Bukit Barisan SelatanTaman Nasional Tesso Nilo

Editor

Next Post
Gempadewa di Kantor PWNU Jateng. Foto @Wadas_Melawan/twitter.com.

Gempadewa: Indonesia Tak Butuh Pemimpin yang Terapkan Konsinyasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media