Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Penanganan mitigasi konflik dengan gajah, selain cara konvensional kini mulai lazim dilakukan dengan pemanfaatan teknologi GPS collar.

Selasa, 4 April 2023
A A
Mitigasi konflik dengan gajah, memanfaatkan GPS collar. Foto PPID Kementerian LHK.

Mitigasi konflik dengan gajah, memanfaatkan GPS collar. Foto PPID Kementerian LHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Selain pengetahuan terhadap karakter satwa liar (buas) yang dilindungi, pemanfaatan alat teknologi dalam mitigasi konflik dengan satwa liar yang dilindungi mulai lazim diterapkan.

Keberadaan satwa liar dan buas yang dilindungi, acap menimbulkan keresahan bagi warga bahkan memicu konflik dengan satwa yang dilindungi itu. Umumnya, zona rawan konflik satwa liar dan buas yang dilindungi umumnya terjadi di pemukiman warga berdampingan dengan kawasan taman nasional, habibat satwa liar dan buas hidup secara alami.

Baru-baru ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menengahi konflik warga dengan Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Desa Air Mas, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Baca Juga: Dua Beruang Madu Korban Jerat di Perkebunan Sekitar TNGL Langkat

Mitigasi konflik dengan gajah dilakukan dengan cara menggiring kelompok Gajah sumatera jantan yang berjumlah tiga individu keluar dari areal perkebunan milik warga dan perusahaan perkebunan.

Zona konflik terjadi tidak jauh dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dilansir dari laman Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, personel BBKSDA Riau dari Resort Kerumutan Utara bersama Balai TNTN dan petugas PT Musim Mas, mencegah konflik dengan gajah selama dua hari, 28 hingga 29 Maret 2023.

Kalung GPS Collar

Untuk kedua kalinya Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berhasil mengenakan Global Positioning System Collar (GPS collar) kepada seekor gajah yang diberinama Ramadhani dari kelompok gajah Jambul, sebagai langkah mitigasi konflik dengan gajah.

Pemanfaatan kalung GPS collar pertama kali dilakukan BBTNBBS pada Desember 2021. GPS collar dipasangkan pada gajah kelompok Bunga di Blok 9, Desa Sidorejo, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, yang berada di luar kawasan TNBBS.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gajah SumateraGPS CollarKabupaten Pelalawankonflik gajah liar dengan wargaKonservasi gajah sumateramitigasi konflik dengan gajahTaman Nasional Bukit Barisan SelatanTaman Nasional Tesso Nilo

Editor

Next Post
Gempadewa di Kantor PWNU Jateng. Foto @Wadas_Melawan/twitter.com.

Gempadewa: Indonesia Tak Butuh Pemimpin yang Terapkan Konsinyasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media