Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Iskandar Lubis, Perlu Analisa Produksi Padi di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

Analisa produksi tanaman padi perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan pertanian di tengah ketidakpastian iklim.

Rabu, 8 Mei 2024
A A
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Iskandar Lubis. Foto IPB University.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Iskandar Lubis. Foto IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia sebagai negara kepulauan dengan populasi yang besar dan beragam menghadapi tantangan yang kompleks dalam memastikan ketersediaan pangan. Ancaman sekaligus hambatan dalam produksi padi terdiri dari perubahan iklim, degradasi lahan hingga bencana alam.

Ada ketidakpastian iklim dan pola cuaca yang semakin tidak terduga telah berdampak pada produktivitas pertanian. Juga banjir, kekeringan, dan perubahan suhu ekstrim yang dapat merugikan tanaman dan mengancam keberlanjutan produksi pangan.

Menurut Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Iskandar Lubis perlu dilakukan analisa produksi tanaman yang melibatkan pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Baca Juga: Korban Longsor di Kelok Bento Padang Ditemukan Selamat

“Dengan menyelidiki elemen-elemen seperti ketersediaan air, tanah, iklim, dan teknologi pertanian, analisa ini memberikan wawasan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan pertanian,” kata Iskandar saat Pra Orasi Ilmiah Guru Besar secara daring, Rabu, 8 Mei 2024.

Guru Besar Bidang Analisis Produksi Tanaman tersebut menjelaskan, potensi hasil adalah kemampuan tanaman mengekspresikan hasil berdasarkan potensi genetik yang dimiliki. Sedangkan besaran hasil tanaman padi ditentukan oleh ukuran sink dan source-nya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IPB Universityketersediaan panganproduktivitas pertanianProf Iskandar Lubissink dan source

Editor

Next Post
Evakuasi warga terdampak banjir dan longsor Luwu, yang mengalami sakit, Rabu, 8 Mei 2024. Foto BNPB.

Banjir dan Longsor Luwu, Operasi Udara Evakuasi Warga Sakit dan Pasok Logistik

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media