Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jahe Dikembangkan Jadi Obat Terapi Kanker dengan Harga Terjangkau

Sabtu, 1 Januari 2022
A A
Ilustrasi foto Jmexclusives/pixabay.com.

Ilustrasi foto Jmexclusives/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Biaya kemoterapi yang harus ditanggung pasien kanker di Indonesia masih mahal. Adik Dosen Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Mohamad Endy Yulianto misalnya, harus merogoh kantong Rp30 juta-Rp60 juta dalam sebulan.

“Padahal itu sudah diskon,” kata Endy sebagaimana dilansir dari laman Undip yang dipublikasi pada 30 Desember 2021.

Belum lagi, 90 persen bahan baku untuk proses penanganan pasien kanker harus impor. Bisa dibayangkan, jika secara finansial tak mencukupi, maka biaya pengobatan itu sangat memberatkan masyarakat.

Atas pertimbangan itu, Endy bersama timnya tengah mengembangkan penelitian yang berfokus pada penanganan penyakit kanker dengan tema “Pengembangan Produk Nano Shogaol Jahe sebagai Antikanker melalui Teknik Fotoekstraksi-UV dengan Air Subkritis”. Mereka mencoba memanfaatkan tanaman jahe sebagai hasil alam di Indonesia.

Baca Juga: Akhir Tahun 2021, Aceh Timur Dilanda Banjir, 4.841 Warga Mengungsi

“Kami melakukan pengembangan shogaol jahe melalui senyawa biokatif menjadi obat herbal untuk kemoterapi bagi penderita kanker,” kata peraih penghargaan Dosen Pemilik Paten Terbanyak Granted 2021 di Undip yang terdiri dari 3 hak kekayaan intelektualnya berstatus paten biasa, 18 paten sederhana, dan 1 hak cipta.

Produk shogaol dan 6 gingerol sangat dibutuhkan dalam proses kemoterapi. Namun harga produk-produk derivatif jahe itu sangat mahal di pasaran. Untuk  shogaol Rp10.640.000 per 10 miligram, sedangkan gingerol Rp8.806.500 per 10 miligram.

Menurut Endy, harga produk nano shogaol jahe yang mahal bisa meningkatkan kemandirian bangsa dalam pemenuhan obat dan bahan baku obat yang berdaya saing tinggi. Produksi ekstrak senyawa aktif jahe mampu meningkatkan harga produk hingga 80,8 kali lebih tinggi dibandingkan dijual dalam bentuk rimpang jahe.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Sementara dalam proses produksi yang perlu dilakukan adalah mengembangkan produk nano shogaol sebagai antikanker dengan pengembangan high efficient system fotoekstraksi-uv menggunakan pelarut air subkritis. Mengingat shogaol melalui bioaktif pada jahe mampu menggempur kanker sehingga dapat membantu terapi penyembuhan bagi penderita kanker.

Diubah jadi nano

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: jahekankerkemoterapiMohamad Endy YuliantoUndip

Editor

Next Post
Tumpukan kayu di salah satu rumah warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, terjadi pada Jumat, 31 Desember 2021. Foto Dok BNPB.

Kabupaten Palas Daerah Pertama Tahun 2022 Berstatus Darurat Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media