Kamis, 23 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jahe Dikembangkan Jadi Obat Terapi Kanker dengan Harga Terjangkau

Sabtu, 1 Januari 2022
A A
Ilustrasi foto Jmexclusives/pixabay.com.

Ilustrasi foto Jmexclusives/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Biaya kemoterapi yang harus ditanggung pasien kanker di Indonesia masih mahal. Adik Dosen Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Mohamad Endy Yulianto misalnya, harus merogoh kantong Rp30 juta-Rp60 juta dalam sebulan.

“Padahal itu sudah diskon,” kata Endy sebagaimana dilansir dari laman Undip yang dipublikasi pada 30 Desember 2021.

Belum lagi, 90 persen bahan baku untuk proses penanganan pasien kanker harus impor. Bisa dibayangkan, jika secara finansial tak mencukupi, maka biaya pengobatan itu sangat memberatkan masyarakat.

Atas pertimbangan itu, Endy bersama timnya tengah mengembangkan penelitian yang berfokus pada penanganan penyakit kanker dengan tema “Pengembangan Produk Nano Shogaol Jahe sebagai Antikanker melalui Teknik Fotoekstraksi-UV dengan Air Subkritis”. Mereka mencoba memanfaatkan tanaman jahe sebagai hasil alam di Indonesia.

Baca Juga: Akhir Tahun 2021, Aceh Timur Dilanda Banjir, 4.841 Warga Mengungsi

“Kami melakukan pengembangan shogaol jahe melalui senyawa biokatif menjadi obat herbal untuk kemoterapi bagi penderita kanker,” kata peraih penghargaan Dosen Pemilik Paten Terbanyak Granted 2021 di Undip yang terdiri dari 3 hak kekayaan intelektualnya berstatus paten biasa, 18 paten sederhana, dan 1 hak cipta.

Produk shogaol dan 6 gingerol sangat dibutuhkan dalam proses kemoterapi. Namun harga produk-produk derivatif jahe itu sangat mahal di pasaran. Untuk  shogaol Rp10.640.000 per 10 miligram, sedangkan gingerol Rp8.806.500 per 10 miligram.

Menurut Endy, harga produk nano shogaol jahe yang mahal bisa meningkatkan kemandirian bangsa dalam pemenuhan obat dan bahan baku obat yang berdaya saing tinggi. Produksi ekstrak senyawa aktif jahe mampu meningkatkan harga produk hingga 80,8 kali lebih tinggi dibandingkan dijual dalam bentuk rimpang jahe.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Sementara dalam proses produksi yang perlu dilakukan adalah mengembangkan produk nano shogaol sebagai antikanker dengan pengembangan high efficient system fotoekstraksi-uv menggunakan pelarut air subkritis. Mengingat shogaol melalui bioaktif pada jahe mampu menggempur kanker sehingga dapat membantu terapi penyembuhan bagi penderita kanker.

Diubah jadi nano

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: jahekankerkemoterapiMohamad Endy YuliantoUndip

Editor

Next Post
Tumpukan kayu di salah satu rumah warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, terjadi pada Jumat, 31 Desember 2021. Foto Dok BNPB.

Kabupaten Palas Daerah Pertama Tahun 2022 Berstatus Darurat Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media