Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Janji Menteri Kehutanan, Lebih Banyak Menanam Pohon Daripada Menebang

Sabtu, 22 Maret 2025
A A
Menteri Kehutanan menanam pohon di Puncak, Bogor, Jawa Barat, 22 Maret 2025. FOTO Dok. PPID Kementerian Kehutanan.

Menteri Kehutanan menanam pohon di Puncak, Bogor, Jawa Barat, 22 Maret 2025. FOTO Dok. PPID Kementerian Kehutanan.

Share on FacebookShare on Twitter

“Intinya adalah, seluruh areal ekosistem harus dijaga,” ujar Dedi.

Ia juga mengingatkan peristiwa banjir beberapa waktu lalu yang terjadi merupakan pertanda dari Tuhan yang mengingatkan manusia untuk bertobat.

“Bahasa saya adalah bertobat ekologi. Artinya, tobat hari ini kita sadarkan untuk kembali lagi berani melakukan tindakan-tindakan yang besar untuk membuka pori-pori tanah dari berbagai bangunan, beton, dan ini bagian dari rangkaian kebijakan yang akan terus dilakukan,” jelas dia.

Selain penanaman pohon, kegiatan ini mencakup edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya penghijauan. Kementerian Kehutanan berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak individu dan organisasi untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

“Jadi, kami terus akan bekerja untuk menghijaukan DAS, sekaligus memastikan pohon yang kami tanam lebih banyak dari yang ditebang,” ucap Antoni.

Pelaksanaan kegiatan penanaman juga selaras dengan Asta Cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden, terutama dalam aspek kelestarian lingkungan, ketahanan bencana, dan kesejahteraan sosial. Pembangunan dan konservasi harus berjalan seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Menjaga alam bukan hanya tanggung jawab ekologis, tetapi juga bagian dari kesejahteraan manusia dan nilai spiritual dalam berbagai ajaran agama. Konsep ekoteologi menekankan kesadaran kolektif untuk melindungi lingkungan demi keberlanjutan hidup. Pelestarian hutan dan sumber daya alam bukan sekadar tugas negara, tetapi juga amanah moral dan spiritual bagi setiap individu. [WLC02]

Sumber: PPID Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: daerah aliran sungaiDAS BekasiDAS CiliwungDAS CisadaneMenteri Kehutananpenanaman pohon

Editor

Next Post
Ilustrasi limbah B3. Foto ELG21/pixabay.com.

Empat Pekerja Tertimbun Longsor di Area Penyimpanan Limbah B3 Tailing di Morowali

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media