Jumat, 2 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jatam dan Warga Serukan Stop Beli Nikel Kotor Indonesia

Kamis, 13 Juni 2024
A A
Jatam dan perwakilan warga geruduk Konferensi Nikel dan Kobalt Indonesia di Jakarta, 13 Juni 2024. Foto @Jatamnas/Instagram.

Jatam dan perwakilan warga geruduk Konferensi Nikel dan Kobalt Indonesia di Jakarta, 13 Juni 2024. Foto @Jatamnas/Instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) bersama perwakilan warga Kepulauan Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara melakukan aksi geruduk Konferensi Nikel dan Kobalt Indonesia yang berlangsung di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2024. Konferensi tersebut merupakan forum internasional yang diselenggarakan perusahaan riset pasar logam di Cina, Shanghai Metals Market (SMM). Konferensi pertama digelar pada tahun 2023 dan mengundang pejabat pemerintah Indonesia untuk berpartisipasi.

“Aksi geruduk ini menjadi peringatan, sekaligus pesan kepada investor, lembaga keuangan dan bank, serta para (calon) penikmat nikel Indonesia. Bahwa di balik seluruh ekstraksi nikel di Indonesia, terdapat kejahatan lingkungan dan kemanusiaan,” kata Pengkampanye Jatam, Alfarhat Kasman dalam keterangan tertulis.

Saat ini, ada sekitar 380 izin tambang nikel dengan luas konsesi hampir mencapai satu juta hektare. Dalam operasionalnya, terjadi pencaplokan lahan yang berdampak pada hilangnya ruang pangan dan konflik sosial, kekerasan dan intimidasi, hingga kriminalisasi, pencemaran air, udara, dan laut, serta perusakan kawasan hutan yang memicu hilangnya wilayah resapan air dan deforestasi.

Baca Juga: Dua Sindikat Pemburu Badak Jawa di Ujung Kulon, 6 Ditangkap dan 8 Buronan

Kebutuhan energi listrik untuk menopang operasi pertambangan nikel, termasuk stasiun pengisian ulang baterai kendaraan listrik di Indonesia, juga telah memicu perluasan pembongkaran batubara di pulau Kalimantan dan Sumatera. Dikutip dari artikel Berdasarkan data berjudul “Indonesia’s Dirty Nickel: Indonesia Jadi Zona Pengorbanan Industri EV”, Pemerintah Indonesia menargetkan produksi batu bara mencapai 710 juta ton pada tahun 2024.

Sementara proses pembakaran batu bara di PLTU industri nikel menyebabkan pencemaran udara sehingga kesehatan warga terganggu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: JatamKonferensi Nikel dan Kobalt Indonesiaoperasi pertambangan nikelproduksi batu bara

Editor

Next Post
Sebanyak dua ribu penduduk di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, terdampak banjir. Foto BNPB.

Banjir Distrik Iwaka Mimika Dua Ribu Penduduk Terdampak

Discussion about this post

TERKINI

  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media