Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jawa dan Nusa Tenggara Diprediksi Hujan Lagi Mulai 23 Desember 2023

Senin, 18 Desember 2023
A A
Potensi cuaca hingga 23 Desember 2023. Foto bmkg.go.id.

Potensi cuaca hingga 23 Desember 2023. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dalam sepekan terakhir, kondisi suhu panas dan cukup terik pada siang hari terjadi di beberapa wilayah, terutama di sekitar selatan ekuator. Kondisi cuaca panas tersebut secara umum dipicu dominasi cuaca cerah pada siang hari di sebagian besar wilayah di Jawa hingga Nusa Tenggara.

Berdasarkan citra satelit cuaca terlihat dalam beberapa hari terakhir di wilayah Jawa atau Indonesia bagian selatan tidak terdapat tutupan awan.

“Akibatnya, sinar matahari intens atau optimum langsung ke permukaan bumi,” kata Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto.

Baca Juga: Jatam: Dana Kampanye Pemilu dari Tambang Ilegal Sudah Biasa dan Dibiarkan

Kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara tersebut turut dipicu aktifitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan. Akibatnya aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator berkurang. Berdasarkan analisis terbaru, aktifitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan itu masih dapat berlangsung dalam 3-4 hari ke depan. Intensitasnya cenderung melemah sehingga dapat berdampak potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara yang dapat terjadi mulai tanggal 23 Desember 2023 mendatang.

Keberadaan pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan dan belokan angin. Kemudian menyebabkan terjadi peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam sepekan terakhir, hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Mirzam Abdurrachman: Marapi Mendadak Meletus karena Gangguan Dapur Magma atau Sesar Sumatera?

Potensi Cuaca hingga 23 Desember 2023
Berdasarkan data analisis dinamika atmosfer terkini, potensi hujan diprediksi masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Hujan intensitas SEDANG-LEBAT masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua, Sulawesi, Maluku.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: awan CumulonimbusBMKGhujanperingatan dini cuacaPotensi Cuaca Ekstremsuhu panas

Editor

Next Post
Status Gunung Raung naik menjadi Waspada pada 19 Desember 2023. Foto esdm.go.id.

Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada, Jauhi 3 Kilometer dari Kawah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media