Sabtu, 17 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jepang Targetkan Bebas Emisi Karbon Lebih Cepat 2050

Kamis, 5 Oktober 2023
A A
Konferensi Internasional ASTECHNOVA ke-7. Foto ugm.ac.id.

Konferensi Internasional ASTECHNOVA ke-7. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah Jepang menargetkan capaian target Net Zero Emission (NZE) atau bebas emisi karbon pada 2050. Berbeda target pemerintah Indonesia yang ingin mencapai pada 2060. Saat ini, Jepang tengah menghadapi polusi emisi karbon dengan rata-rata konsentrasi emisi CO2 sekitar 420 ppm.

“Sebenarnya keluaran gas emisi CO2 bergantung dengan jenis bahan bakar pembangkit listrik yang digunakan,” ujar peneliti energi baru dan terbarukan dari Universitas Ibaraki, Jepang, Prof. Kotaro Tanaka dalam Konferensi Internasional ASTECHNOVA ke-7 bertajuk Innovation for Managing Energy Crisis di Hotel The Alana Yogyakarta pada 4 Oktober 2023.

Untuk sumber energi pembangkit listrik dan transportasi publik, pemerintah Jepang tengah melakukan kajian pemanfaatan bahan bakar berbasis hidrogen, amonia dan bahan bakar sintetis. Bahan bakar sintetis ini potensial digunakan untuk pesawat terbang dan kapal laut yang tidak memungkinkan menggunakan energi listrik.

Baca Juga: KTT AIS Forum 2023 Bahas Perubahan Iklim, Ekonomi Biru dan Masa Depan Laut  

Sementara pada tahun 2060, proyeksi kebutuhan listrik di Indonesia mencapai 1.942 TWh dengan konsumsi listrik per kapita sebesar 5.862 kWh/kapita. Untuk mendukung upaya tersebut, sebagian besar pembangkit listrik nasional akan bersumber dari variable renewable energy (VRE). Sekaligus mengoptimalkan sumber daya energi baru terbarukan (EBT) lainnya untuk membantu menjaga stabilitas sistem.

“Beberapa tantangan soal penerapan teknologi tinggi dan sebagian teknologi itu masih diimpor. Kami memerlukan praktik rekayasa yang baik untuk mendorong sistem tenaga listrik, kehandalan dan harga yang masih relatif mahal dibandingkan bahan bakar fosil,” kata Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gigih Udi Atmo.

Pihaknya juga mendorong Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir mulai beroperasi pada tahun 2039 untuk menjaga keandalan sistem.

Baca Juga: November Diprediksi Awal Penghujan, El Nino Masih Bertahan Hingga Maret 2024

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bebas emisi karbonenergi baru terbarukanFakultas Teknik UGMKonferensi Internasional ASTECHNOVAnet zero emissions

Editor

Next Post
Badak jawa Kasih lahirkan anak ke-4. Foto ppid.klhk.go.id.

Terekam Kamera, Badak Jawa Ujung Kulon Diduga Lahir Februari Lalu

Discussion about this post

TERKINI

  • Sinkhole di lahan warga di Dusun Kandri, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Foto desapucung.gunungkidulkab.go.id.Rekayasa Geoteknik Cegah Sinkhole yang Sering Terjadi di Kawasan Karst
    In IPTEK
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Ilustrasi interaksi kucing dengan manusia. Foto vaclavzavada/pixabay.com.Kucing Tak Akibatkan Infertilitas Manusia, Justru Makanan Jadi Sumber Utama
    In Rehat
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.idIndonesia Peringkat Kedua Rawan Bencana, Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Sumatra
    In Lingkungan
    Jumat, 16 Januari 2026
  • Peta area tambang PT Agincourt, WKP Sibual Buali, PLTA Batang Toru. Foto JATAM.KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra Utara Rp4,84 Triliun
    In News
    Jumat, 16 Januari 2026
  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media