Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jepang Targetkan Bebas Emisi Karbon Lebih Cepat 2050

Kamis, 5 Oktober 2023
A A
Konferensi Internasional ASTECHNOVA ke-7. Foto ugm.ac.id.

Konferensi Internasional ASTECHNOVA ke-7. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah Jepang menargetkan capaian target Net Zero Emission (NZE) atau bebas emisi karbon pada 2050. Berbeda target pemerintah Indonesia yang ingin mencapai pada 2060. Saat ini, Jepang tengah menghadapi polusi emisi karbon dengan rata-rata konsentrasi emisi CO2 sekitar 420 ppm.

“Sebenarnya keluaran gas emisi CO2 bergantung dengan jenis bahan bakar pembangkit listrik yang digunakan,” ujar peneliti energi baru dan terbarukan dari Universitas Ibaraki, Jepang, Prof. Kotaro Tanaka dalam Konferensi Internasional ASTECHNOVA ke-7 bertajuk Innovation for Managing Energy Crisis di Hotel The Alana Yogyakarta pada 4 Oktober 2023.

Untuk sumber energi pembangkit listrik dan transportasi publik, pemerintah Jepang tengah melakukan kajian pemanfaatan bahan bakar berbasis hidrogen, amonia dan bahan bakar sintetis. Bahan bakar sintetis ini potensial digunakan untuk pesawat terbang dan kapal laut yang tidak memungkinkan menggunakan energi listrik.

Baca Juga: KTT AIS Forum 2023 Bahas Perubahan Iklim, Ekonomi Biru dan Masa Depan Laut  

Sementara pada tahun 2060, proyeksi kebutuhan listrik di Indonesia mencapai 1.942 TWh dengan konsumsi listrik per kapita sebesar 5.862 kWh/kapita. Untuk mendukung upaya tersebut, sebagian besar pembangkit listrik nasional akan bersumber dari variable renewable energy (VRE). Sekaligus mengoptimalkan sumber daya energi baru terbarukan (EBT) lainnya untuk membantu menjaga stabilitas sistem.

“Beberapa tantangan soal penerapan teknologi tinggi dan sebagian teknologi itu masih diimpor. Kami memerlukan praktik rekayasa yang baik untuk mendorong sistem tenaga listrik, kehandalan dan harga yang masih relatif mahal dibandingkan bahan bakar fosil,” kata Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gigih Udi Atmo.

Pihaknya juga mendorong Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir mulai beroperasi pada tahun 2039 untuk menjaga keandalan sistem.

Baca Juga: November Diprediksi Awal Penghujan, El Nino Masih Bertahan Hingga Maret 2024

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bebas emisi karbonenergi baru terbarukanFakultas Teknik UGMKonferensi Internasional ASTECHNOVAnet zero emissions

Editor

Next Post
Badak jawa Kasih lahirkan anak ke-4. Foto ppid.klhk.go.id.

Terekam Kamera, Badak Jawa Ujung Kulon Diduga Lahir Februari Lalu

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media