Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan

Sabtu, 22 Agustus 2026
A A
Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)

Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)

Share on FacebookShare on Twitter

Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan terus menjadi prioritas pemerintah, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hingga Jumat, 21 Agustus 2026 terdeteksi karhutla di sembilan wilayah, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.

Berdasarkan pemantauan tim Direktorat Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, terdeteksi 53 titik api (FS) dengan estimasi luasan lahan terbakar sekitar 595 hektare. Wilayah dengan estimasi luasan terbesar berada di Kabupaten Banjar sekitar 174 hektare, Kabupaten Tanah Laut 107 hektare, Kabupaten Barito Kuala 96 hektare, dan Kabupaten Tapin 85 hektare.

Adapun rincian sebaran titik api dan estimasi luasan lahan di sembilan wilayah dalam zona wilayah risiko tinggi meliputi: Kota Banjarbaru terdeteksi 11 FS dengan luasan 77 Ha; Kabupaten Banjar: terdeteksi 13 FS dengan luasan 174 Ha; Kabupaten Barito Kuala: terdeteksi 4 FS dengan luasan 96 Ha; Kabupaten Tapin: terdeteksi 6 FS dengan luasan 85 Ha; Kabupaten Tanah Bumbu: terdeteksi 3 FS dengan luasan 4 Ha; Kabupaten Tanah Laut: terdeteksi 7 FS dengan luasan 107 Ha.

Sedangkan wilayah dengan zona sedang dan rendah, meliputi Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdeteksi 7 FS dengan luasan 50 Ha; Kabupaten Hulu Sungai Tengah: terdeteksi 1 FS dengan luasan 1 Ha; Kabupaten Balangan: terdeteksi 1 FS dengan luasan 1 Ha.

Operasi darat terus dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan sekitar 387 personel yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. Penanganan dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Barito Kuala. Pemadaman darat didukung sejumlah armada dan peralatan seperti mobil tangki air, pompa jinjing dan pompa induk, suplai air, tanki fleksibel, alat penyemprot, kepyok, garu tajam, serta motor trail karhutla.

Di Kabupaten Banjar, pemadaman dilakukan di Kecamatan Gambut, Beruntung Baru, dan Karang Intan dengan luas area terbakar sekitar 31,5 hektare dan sekitar 7,5 hektare telah dipadamkan. Pemadaman di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Liang Anggang, Landasan Ulin dan Cempaka, Kota Banjarbaru dengan luas area terbakar sekitar 7 hektare dan telah dipadamkan 3,5 hektare.

Di Kabupaten Tapin, pemadaman dilakukan di Kecamatan Tapin Utara dan Tapin Tengah dengan luas area terbakar 5 hektare dan telah dipadamkan sekitar 1,5 hektare. Sedangkan di Kabupaten Tanah Bumbu, luas area terbakar di Kecamatan Batulicin seluas 4 hektare dan dipadamkan 2 hektare.

Selanjutnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pemadaman dilakukan di Kecamatan Kandangan, Daha Selatan dan Kalumpang dengan luas area terbakar 8,6 hektare dan 3,3 hektare telah dipadamkan. Di Kabupaten Tanah Laut, penanganan dilakukan di Kecamatan Pelaihari, Tambang Ulang, Takisung, dan Bati-Bati dengan luas terbakar sekitar 67 hektare dan sekitar 11 hektare telah dipadamkan. DI Kabupaten Hulu Sungai Utara, luas area terbakar di Kecamatan Amuntai seluas 1 hektare lahan dan telah dipadamkan.

Sementara di Kabupaten Balangan, luas area terbakar 1 hektare di Kecamatan Batumandi dan telah dipadamkan. Terakhir di Kabupaten Barito Kuala, luas area terbakar 1,5 hektare di Kecamatan Marabahan dan juga telah dipadamkan.

“Penanganan karhutla di Kalsel menghadapi sejumlah tantangan, antara lain angin kencang yang mempercepat perluasan api, akses menuju titik api yang sulit, keterbatasan sumber air, serta keberadaan sejumlah titik api di wilayah pertambangan dan perkebunan yang tidak dapat dijangkau operasi water bombing,” papar Berton, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Karhutla di Papua, Sulawesi, NTB, Riau dan Babel

Kemudian karhutla di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kebakaran terjadi di tiga wilayah, yaitu Desa Sawagumu, Distrik Sorong Utara menghanguskan sekitar 5 hektare lahan; Desa Klasabi, Distrik Sorong Manoi menghanguskan sekitar 1 hektare lahan; dan sekitar 5 hektare lahan terbakar di Desa Klabala, Distrik Sorong Kota.

Selanjutnya, karhutla terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kebakaran terjadi di Desa Buttu Batu, Kecamatan Enrekang, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare. Karhutla juga melanda empat kecamatan, yaitu Kecamatan Lembang (Desa Taddakong), Lanrisang (Desa Amassangang), Watang Sawitto (Desa Sabbang Paru dan Kelurahan Bentengnge), dan Mattiro Bulu (Desa Makkawaru) di Kabupaten Pinrang. Luas lahan terbakar sekitar 5 hektare.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, sejak Selasa, 18 Agustus 2026. Kebakaran melanda 50 hektare lahan di Desa Longge di Kecamatan Ampana Tete, 2 ha lahan di Kelurahan Malotong di Kecamatan Ampana, dan 2 ha lahan Desa Tampanombo di Kecamatan Ulubongka.

Karhutla di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.

Di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, karhutla dilaporkan terjadi di Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara di lahan seluas sekitar 4 hektare.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Manggar (Desa Lalang dan Padang), Kecamatan Damar (Desa Sukamandi), dan Renggiang (Desa Lintang dan Lenggang) dengan total lahan terbakar sekitar 3,8 hektare. [WLC02]

Sumber: UGM, BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BNPBFakultas Kehutanan UGMkarhutlaKarhutla KalimantanMasyarakat Agroforestri Indonesia

Editor

Discussion about this post

TERKINI

  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media