Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan

Senin, 17 Agustus 2026
A A
Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di tengah perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, kembali menegaskan bahwa perjuangan mempertahankan ruang hidup belum selesai.

Bagi warga Pracimantoro, kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, pengibaran bendera, dan perayaan. Kemerdekaan juga berarti hak untuk tetap hidup di tanah sendiri, bertani di lahan sendiri, mendapatkan air dari lingkungan yang sehat, serta menentukan masa depan kampung tanpa kehilangan ruang hidup akibat pembangunan industri ekstraktif.

Pada momentum 17 Agustus 2026 ini, warga yang selama ini memperjuangkan kawasan karst dan ruang hidupnya menyatakan tetap menolak rencana pembangunan pabrik semen dan pertambangan batu gamping di Pracimantoro.

Perjuangan ini bukan semata soal menolak sebuah proyek. Ini adalah perjuangan mempertahankan tanah, air, pertanian, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Jangan hilangkan ruang hidup

Selama bertahun-tahun, masyarakat Pracimantoro telah hidup dari tanah dan lingkungajn di sekitarnya. Banyak warga menggantungkan kehidupan pada pertanian serta sumber daya alam yang tersedia di wilayah mereka.

Ketika kawasan yang selama ini menjadi ruang hidup masyarakat direncanakan untuk aktivitas pertambangan batu gamping dan pembangunan pabrik semen, muncul kekhawatiran yang sangat mendasar.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera merah putih. Kemerdekaan adalah tentang memastikan setiap manusia memiliki hak untuk hidup dengan bermartabat di tanah airnya sendiri. Kami tidak ingin upacara hari ini menjadj upacara yang terakhir. Kami ingin setiap Agustus upacara di sini,” kata pembina upacara, Katiman saat menyampaikan pidato dalam upacara, Senin, 17 Agustus 2026.

Karst dan tanah adalah ruang hidup

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Hari Kemerdekaan RIIndustri EkstraktifKabupaten WonogiriWarga Pracimantoro

Editor

Next Post
Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)

Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media