Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kekayaan Warisan Budaya Bawah Air di Perairan Belitung

Kamis, 20 Februari 2025
A A
Lokasi penemuan situs Belitung wreck di perairan Batu Hitam, Belitung. Foto Harry Octavianus Sofian/Google Earth.

Lokasi penemuan situs Belitung wreck di perairan Batu Hitam, Belitung. Foto Harry Octavianus Sofian/Google Earth.

Share on FacebookShare on Twitter

Pelatihan tersebut juga bertujuan membangun kesadaran, keterampilan, serta komitmen jangka panjang dalam menjaga dan mengelola warisan budaya bawah air secara berkelanjutan. Dengan keterlibatan berbagai pihak dari akademisi, praktisi, pemerintah daerah, maupun komunitas lokal, Nyoman berharap dapat terciptanya sistem pengelolaan yang lebih baik dan sesuai dengan standar internasional.

“Jika kami dapat mengelola dan menjaga warisan ini dengan baik, maka kami juga turut berkontribusi dalam pengembangan sektor eduwisata berbasis budaya maritim. Akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Belitung,” kata Nyoman.

Koordinator Kegiatan Nia Naelul Hasanah Ridwan dari BPPSDM KP-Flinders University dalam laporannya mengatakan, pelatihan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM konservasi dan pengelolaan warisan budaya bawah air di Belitung. Serta sebagai bagian dari rangkaian Project “Revisiting Salvaged and Looted Shipwreck Sites in Indonesia: An Integrated Management Framework for Safeguarding Underwater Cultural Heritage”.

Baca juga: YLBHI Tolak UU Minerba Baru, Memuluskan Perampasan Tanah Rakyat hingga Kooptasi Kampus

Pelatihan ini juga merupakan salah satu implementasi kegiatan “Integrated Initiative for Underwater Cultural Heritage Preservation, Marine Ecosystem Environment, and Coastal Community Development”.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan pengelolaan warisan budaya tanah air dilakukan secara optimal. Pengelolaan tidak hanya mengedepankan sisi ekonomis, tapi juga keberlanjutan dan warisan sejarah yang ditinggalkan. [WLC02]

Sumber: KKP

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kabupaten BelitungKKPwarisan budaya bawah air

Editor

Next Post
Microforest besutan Tim Peneliti PSE UGM untuk dekarbonisasi. Foto Dok. PSE UGM.

Microforest Jadi Alternatif Baru Dekarbonisasi di Dunia Industri

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media