Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kemenparekraf Susun Pedoman Pariwisata Aman untuk Mitigasi Bencana

Pedoman dibuat untuk mewujudkan pengembangan destinasi pariwisata yang aman bencana bagi wisatawan, baik bencana alam maupun non alam.

Rabu, 8 Maret 2023
A A
Upaya penyelaatan wisatawan dari ombak pantai oleh tim SAR. Foto tribratanewsbantul.id.

Upaya penyelaatan wisatawan dari ombak pantai oleh tim SAR. Foto tribratanewsbantul.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyusun Pedoman Pengembangan Destinasi Pariwisata Aman Bencana. Pedoman itu merupakan upaya mitigasi kondisi darurat yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan salah satu strategi yang diusung adalah penguatan dan peningkatan ketahanan (resiliensi) destinasi pariwisata terhadap potensi bencana alam dan non alam. Baik melalui kegiatan mitigasi dan kesiapan bencana dalam lingkup manajemen krisis pariwisata serta sinergi program antar kementerian atau lembaga.

“Kami sebagai regulator terus berupaya menangani krisis tersebut untuk bangkit lebih cepat, pulih lebih kuat,” ujar Sandiaga saat The Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada 6 Maret 2023.

Baca Juga: Global Climate Strike 2023 Tuntut Krisis Iklim Jadi Prioritas Agenda Pemilu 2024

Ia menambahkan, tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan tetapi menjadi salah satu tahun titik balik kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi. Pandemi telah memberikan pelajaran bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang “dihantui” oleh krisis dan bencana karena sangat mudah dipengaruhi oleh perubahan-perubahan maupun kejadian-kejadian di sekelilingnya.

“Dan krisis kepariwisataan ini misalnya dapat terjadi karena faktor alam maupun non-alam,” imbuh Sandiaga.

Upaya meminimalisir dampak bencana serta meningkatkan keamanan dan keselamatan telah dilakukan pada 2022. Salah satunya dengan kolaborasi Kemenparekraf dengan Prof. Fatma Lestari selaku Kepala Disaster Risk Reduction UI (DRRC UI) dan tim DRRC UI melalui program matching fund Kedaireka dalam kegiatan Pembinaan CHSE dan Kebencanaan untuk menuju Desa Wisata berkelas dunia.

Baca Juga: Longsor Natuna 42 Orang Hilang, Kepala BNPB Tunda Perjalanan ke Lokasi Bencana

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kemenparekrafketangguhan destinasi wisatakrisis kepariwisataanmanajemen krisis pariwisatametode resilience radarPedoman Pengembangan Destinasi Pariwisata Aman Bencana

Editor

Next Post
Korban longsor Natuna yang berhasil ditemukan di Kampung Genteng, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu, 8 Maret 2023. Foto BNPB.

Longsor Natuna, Diperkirakan 35 Orang Tertimbun di Kedalaman 4 Meter

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media