“Ini adalah peluang bagus untuk berbagi wawasan dan pengalaman dengan rekan-rekan di bidang geoheritage dan geopark,” ujar Wafid.
Wafid berharap konferensi ini dapat memperkuat kemitraan antar negara-negara di Asia Tenggara dan kawasan Asia-Pasifik, yang telah terjalin selama beberapa dekade. Dengan menyediakan platform untuk pertukaran pengetahuan dan upaya kolaboratif, konferensi ini berpotensi membuka jalur baru bagi pengelolaan geopark berkelanjutan, eksplorasi ilmiah, dan pengembangan masyarakat.
Baca Juga: Hutan Lindung Maratus di Kalimantan Selatan akan Dubah Jadi Taman Nasional
“Adanya jaringan kerja sama yang kuat antar geopark di Indonesia, kami dapat berkontribusi terhadap kemajuan pengetahuan geologi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal,” harap Wafid.
Kepala Pusat Survei Geologi Edy Slameto menjelaskan bahwa acara ini mencakup beberapa agenda, di antaranya Geoheritage dan Geopark Workshop pada 23-24 September, Simposium Geoheritage Conference dan Geoheritage serta Geopark Exhibition pada 25-26 September, yang ditutup dengan Field Trip dari Geoheritage Conference pada 27 September.
Edy menambahkan, konferensi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang kuat antar negara di Asia Tenggara dan kawasan Asia-Pasifik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
“Kami berharap penguatan kerja sama jejaring antargeopark ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Edy. [WLC02]
Sumber: Kementerian ESDM







Discussion about this post