Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Petani Kopi Cibulao, Dari Penjarah hingga Penjaga Hutan

Kopi Cibulao sempat didaulat menjadi Kopi Robusta Terbaik Nasional dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia pada 2016 lalu.

Jumat, 4 April 2025
A A
Ilustrasi tanaman kopi. Foto mciriaco/pixabay.com.

Ilustrasi tanaman kopi. Foto mciriaco/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dahulu, kawasan hutan di Kampung Cibulao, Puncak, Bogor, Jawa Barat kerap menjadi sasaran perambahan liar. Pepohonan ditebang sembarangan. Hasil alamnya dieksploitasi tanpa kendali. Namun, siapa sangka para pelaku yang dulu merusak kini justru berbalik menjadi penjaga hutan lewat budi daya kopi?

Berdasarkan penuturan Kepala Pusat Pengkajian, Perencanaan, dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University, Prof. Baba Barus, para penjarah tersebut merupakan pekerja kebun teh yang berpendapatan sangat minim dengan hari kerja yang pendek. Mereka mendapatkan upah sekitar Rp30-50 ribu per hari karena terbatasnya produksi kebun.

Dengan alokasi waktu kerja seperti itu, membuat para pekerja punya waktu lebih banyak.

Baca juga: Ular Gadung, Berbisa Tapi Tak Berbahaya

“Waktu luang yang banyak dan pendapatan rendah mendorong penjarahan hutan lindung di kawasan Puncak,” ungkap Baba.

Tak hanya itu, para penjarah juga melakukan perburuan kijang dan babi hutan di kawasan hutan. Mereka turut membuka lahan hutan untuk bertanam sayuran, terutama di dekat pemukiman mereka. Akhirnya, tindakan mereka menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti erosi tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana longsor dan banjir.

Dari kejadian tersebut, Tim P4W IPB University berinisiatif melakukan pembinaan agar masyarakat mau beralih profesi. Selain menjadi pekerja kebun teh, inisiatif itu mendorong mereka menjadi petani kopi di hutan, khususnya di daerah koridor sungai yang banyak ditanami sayuran.

Baca juga: Hari Pertama hingga Ketiga Usai Lebaran, Gunung Marapi Kembali Erupsi

“Petani yang menjadi anggota binaan sudah lebih intensif menjaga kebun yang ditanami pepohonan dan diselingi dengan kopi. Artinya, mereka tidak punya waktu beraktivitas di lokasi lebih luas,” jelas Baba.

Program pembinaan dilakukan dengan mendorong partisipasi masyarakat. Mulai dari memfasilitasi, merumuskan masalah, mengidentifikasi isu bersama hingga melakukan perencanaan aksi.

“Para mantan penjarah yang sebelumnya dianggap sebagai perusak lingkungan kini bertransformasi menjadi pengelola kebun kopi yang sukses, baik secara ekonomi maupun sosial,” imbuh dia.

Baca juga: Nurhabli Ridwan, Peduli Konservasi Sejak Ikut Pramuka

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IPB Universitykopi Cibulaopenjaga hutanProf. Baba Barus

Editor

Next Post
Burung trinil. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Mengamati Ratusan Trinil Semak Bersiap Mudik dari Tulungagung ke Eropa

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media