Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kolaborasi Teknologi dan Seni Hasilkan Kaki Buatan yang Fleksibel

Membuat produk yang bermanfaat untuk difabel semestinya juga berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat difabel.

Minggu, 29 Januari 2023
A A
Kaki buatan produk kolaborasi keilmuan di ITB dipatenkan. Foto itb.ac.id.

Kaki buatan produk kolaborasi keilmuan di ITB dipatenkan. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kaki prostetik (kaki buatan) yang menjadi salah satu produk hasil kolaborasi keilmuan antara teknik industri dengan seni berhasil dipatenkan oleh Tim Biomekanika Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2020. Produk ini muncul sebagai respons atas kebutuhan lutut prostetik yang nyaman dan terjangkau untuk masyarakat dari kelas ekonomi menengah ke bawah.

Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara menjelaskan produk tersebut merupakan hasil nyata kolaborasi desain rekayasa dengan desain industri yang dilakukan ITB. Pendekatan multidisiplin kolaboratif diperlukan dalam perancangan desain produk yang efektif secara kinerja serta memenuhi aspek-aspek estetika.

Ada dua perspektif besar dalam penciptaan desain, yaitu perspektif teknik yang menjadi cikal bakal desain rekayasa serta perspektif seni yang menginspirasi lahirnya desain industri. Tujuan penggunaan keduanya pun berbeda. Desain industri bertujuan untuk meningkatkan estetika dan kegunaan produk berdasarkan prinsip-prinsip seni dan produksi. Sedangkan desain rekayasa bertujuan untuk menciptakan produk definitif yang memenuhi spesifikasi teknis serta persyaratan pengguna.

Baca Juga: Risnawati Utami: Jangan Menganggap Difabel Berbeda, Anggaplah Setara

Menurut Tata, antara satu produk dengan produk lain memiliki penekanan yang berbeda pada kedua aspek desain tersebut. Itu pun bergantung pada fungsi dan tujuan desain produk. Ada produk yang lebih menekankan persyaratan tampilan, tetapi kurang memperhatikan ketahanan fungsi. Begitu pun sebaliknya.

“Tercapainya solusi (dalam desain) merupakan hasil kompromi berbagai disiplin yang melihat dari berbagai sudut pandang,” ujar Tata.

Peran teknologi dan seni dalam pembuatan produk kaki prostetik pun berbeda. Langkah pertama yang dilakukan Tim Biomekanika ITB adalah memahami bagaimana mekanisme kinematika lutut.

Baca Juga: Menewaskan 5 Orang Ini Data Lengkap Banjir dan Longsor di Kota Manado

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kaki prostetikkolaborasi keilmuankolaborasi teknologi dan senimasyarakat difabelTim Biomekanika ITB

Editor

Next Post
Hutan hujan tropis Sumatera di kawasan ekowisata Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Foto Dok Wanaloka.com.

Upaya Keluarkan Hutan Hujan Tropis Sumatera TNGL dari Daftar Dalam Bahaya UNESCO

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media