Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kolaborasi Teknologi dan Seni Hasilkan Kaki Buatan yang Fleksibel

Membuat produk yang bermanfaat untuk difabel semestinya juga berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat difabel.

Minggu, 29 Januari 2023
A A
Kaki buatan produk kolaborasi keilmuan di ITB dipatenkan. Foto itb.ac.id.

Kaki buatan produk kolaborasi keilmuan di ITB dipatenkan. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kaki prostetik (kaki buatan) yang menjadi salah satu produk hasil kolaborasi keilmuan antara teknik industri dengan seni berhasil dipatenkan oleh Tim Biomekanika Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2020. Produk ini muncul sebagai respons atas kebutuhan lutut prostetik yang nyaman dan terjangkau untuk masyarakat dari kelas ekonomi menengah ke bawah.

Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara menjelaskan produk tersebut merupakan hasil nyata kolaborasi desain rekayasa dengan desain industri yang dilakukan ITB. Pendekatan multidisiplin kolaboratif diperlukan dalam perancangan desain produk yang efektif secara kinerja serta memenuhi aspek-aspek estetika.

Ada dua perspektif besar dalam penciptaan desain, yaitu perspektif teknik yang menjadi cikal bakal desain rekayasa serta perspektif seni yang menginspirasi lahirnya desain industri. Tujuan penggunaan keduanya pun berbeda. Desain industri bertujuan untuk meningkatkan estetika dan kegunaan produk berdasarkan prinsip-prinsip seni dan produksi. Sedangkan desain rekayasa bertujuan untuk menciptakan produk definitif yang memenuhi spesifikasi teknis serta persyaratan pengguna.

Baca Juga: Risnawati Utami: Jangan Menganggap Difabel Berbeda, Anggaplah Setara

Menurut Tata, antara satu produk dengan produk lain memiliki penekanan yang berbeda pada kedua aspek desain tersebut. Itu pun bergantung pada fungsi dan tujuan desain produk. Ada produk yang lebih menekankan persyaratan tampilan, tetapi kurang memperhatikan ketahanan fungsi. Begitu pun sebaliknya.

“Tercapainya solusi (dalam desain) merupakan hasil kompromi berbagai disiplin yang melihat dari berbagai sudut pandang,” ujar Tata.

Peran teknologi dan seni dalam pembuatan produk kaki prostetik pun berbeda. Langkah pertama yang dilakukan Tim Biomekanika ITB adalah memahami bagaimana mekanisme kinematika lutut.

Baca Juga: Menewaskan 5 Orang Ini Data Lengkap Banjir dan Longsor di Kota Manado

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kaki prostetikkolaborasi keilmuankolaborasi teknologi dan senimasyarakat difabelTim Biomekanika ITB

Editor

Next Post
Hutan hujan tropis Sumatera di kawasan ekowisata Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Foto Dok Wanaloka.com.

Upaya Keluarkan Hutan Hujan Tropis Sumatera TNGL dari Daftar Dalam Bahaya UNESCO

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media