Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Letusan Eksplosif Gunung Ruang Terjadi Lagi, Status Kembali Awas

Selasa, 30 April 2024
A A
Letusan eksplosif Gunung Ruang yang berada Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali terjadi pada Selasa, 30 April 2024. Foto Masgma PVMBG.

Letusan eksplosif Gunung Ruang yang berada Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali terjadi pada Selasa, 30 April 2024. Foto Masgma PVMBG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Letusan eksplosif Gunung Ruang kembali terjadi pada Selasa dini hari, 30 April 2024. Dilaporkan sejak pukul 01.15 WITA hingga Selasa pagi, 08.35 WITA, Gunung Ruang alami tiga kali letusan eksplosif.

Merespons letusan eksplosif Gunung Ruang yang berada Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, kembali menaikkan status Gunung Ruang menjadi Awas atau Level IV sejak 30 April 2024, pukul 01.30 WITA.

PVMBG dalam siaran persnya, menjelaskan, jumlah kejadian gempa vulkanik dalam dan dangkal meningkat signifikan pada 29 April 2024 yang disertai visual hembusan asap kawah menunjukkan saat ini masih terjadi proses peretakan batuan disertai migrasi magma dari reservoir magma dalam ke permukaan.

Baca Juga: Mitigasi Dampak Erupsi Gunung Ruang Dilarang Masuk Kampung Pumpente dan Laingpatehi

“Kenaikan aktivitas ini dalam berpotensi berkembang menjadi erupsi eksplosif berselingan dengan erupsi efusif (aliran lava). Gempa terasa intens terjadi dari (Selasa, 30 April 2024) pukul 00.15 WITA sampai terjadinya erupsi pukul 01.15 WITA dan terus berlangsung intens sampai surat kenaikan status ini dibuat. Erupsi terjadi pada pukul 01.15 WITA dengan kolom erupsi kurang lebih 2.000 meter disertai dengan suara gemuruh dan gempa terasa yang intens,” demikian penjelasan PVMBG.

Seiring dengan kenaikan status Gunung Ruang dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV), masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung tidak memasuki wilayah radius 7 kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

Masyarakat yang bermukim di wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 kilometer.

Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut, runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.

Baca Juga: Rumah Terdampak Gempa Garut Magnitudo 6,2 Bertambah di 12 Wilayah

Berdasarkan laporan laman magma PVMBG, letusan eksplosif Gunung Ruang pada Selasa, 30 April 2024, sebanyak tiga kali. Erupsi eksplosif pertama Gunung Ruang terjadi pukul 01.15 WITA, dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.725 meter di atas permukaan laut.

Letusan eksplosif Gunung Ruang kembali terjadi pukul 02.35 WITA. Letusan eksplosif ini tidak teramati. Pada Selasa, 30 April 2024, pukul 08.35 WITA, letusan eksplosif Gunung Ruang kembali terjadi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: erupsi Gunung RuangGunung RuangKabupaten Sitaroletusan eksplosif Gunung Ruangmitigasi dampak erupsi Gunung RuangPulau TagulandangPVMBGSulawesi Utara

Editor

Next Post
Erupsi fase kedua Gunung Ruang di Pulau Tagalundang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, pada Selasa dini hari, 30 April 2024. Foto Magma PVMBG.

Erupsi Fase Kedua Gunung Ruang, BMKG Pantau Potensi Tsunami

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media