Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Letusan Eksplosif Gunung Ruang Terjadi Lagi, Status Kembali Awas

Selasa, 30 April 2024
A A
Letusan eksplosif Gunung Ruang yang berada Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali terjadi pada Selasa, 30 April 2024. Foto Masgma PVMBG.

Letusan eksplosif Gunung Ruang yang berada Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali terjadi pada Selasa, 30 April 2024. Foto Masgma PVMBG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Letusan eksplosif Gunung Ruang kembali terjadi pada Selasa dini hari, 30 April 2024. Dilaporkan sejak pukul 01.15 WITA hingga Selasa pagi, 08.35 WITA, Gunung Ruang alami tiga kali letusan eksplosif.

Merespons letusan eksplosif Gunung Ruang yang berada Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, kembali menaikkan status Gunung Ruang menjadi Awas atau Level IV sejak 30 April 2024, pukul 01.30 WITA.

PVMBG dalam siaran persnya, menjelaskan, jumlah kejadian gempa vulkanik dalam dan dangkal meningkat signifikan pada 29 April 2024 yang disertai visual hembusan asap kawah menunjukkan saat ini masih terjadi proses peretakan batuan disertai migrasi magma dari reservoir magma dalam ke permukaan.

Baca Juga: Mitigasi Dampak Erupsi Gunung Ruang Dilarang Masuk Kampung Pumpente dan Laingpatehi

“Kenaikan aktivitas ini dalam berpotensi berkembang menjadi erupsi eksplosif berselingan dengan erupsi efusif (aliran lava). Gempa terasa intens terjadi dari (Selasa, 30 April 2024) pukul 00.15 WITA sampai terjadinya erupsi pukul 01.15 WITA dan terus berlangsung intens sampai surat kenaikan status ini dibuat. Erupsi terjadi pada pukul 01.15 WITA dengan kolom erupsi kurang lebih 2.000 meter disertai dengan suara gemuruh dan gempa terasa yang intens,” demikian penjelasan PVMBG.

Seiring dengan kenaikan status Gunung Ruang dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV), masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung tidak memasuki wilayah radius 7 kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

Masyarakat yang bermukim di wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 kilometer.

Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut, runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.

Baca Juga: Rumah Terdampak Gempa Garut Magnitudo 6,2 Bertambah di 12 Wilayah

Berdasarkan laporan laman magma PVMBG, letusan eksplosif Gunung Ruang pada Selasa, 30 April 2024, sebanyak tiga kali. Erupsi eksplosif pertama Gunung Ruang terjadi pukul 01.15 WITA, dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.725 meter di atas permukaan laut.

Letusan eksplosif Gunung Ruang kembali terjadi pukul 02.35 WITA. Letusan eksplosif ini tidak teramati. Pada Selasa, 30 April 2024, pukul 08.35 WITA, letusan eksplosif Gunung Ruang kembali terjadi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: erupsi Gunung RuangGunung RuangKabupaten Sitaroletusan eksplosif Gunung Ruangmitigasi dampak erupsi Gunung RuangPulau TagulandangPVMBGSulawesi Utara

Editor

Next Post
Erupsi fase kedua Gunung Ruang di Pulau Tagalundang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, pada Selasa dini hari, 30 April 2024. Foto Magma PVMBG.

Erupsi Fase Kedua Gunung Ruang, BMKG Pantau Potensi Tsunami

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media