Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Longsor di Temanggung Satu Tewas, Rob di Indramayu Rendam Ribuan Rumah

Rabu, 18 Desember 2024
A A
Kondisi wilayah Indramayu, Jawa Barat akibat banjir rob, 13 Desember 2024. Foto Dok. BPBD Indramayu.

Kondisi wilayah Indramayu, Jawa Barat akibat banjir rob, 13 Desember 2024. Foto Dok. BPBD Indramayu.

Share on FacebookShare on Twitter

Air setinggi 10-80 sentimeter sempat menggenangi pemukiman warga akibat tanggul jebol di Komplek Perumahan Srimpi Baru. BPBD Temanggung melaporkan air telah surut di seluruh wilayah terdampak pada pukul 23.50 WIB.

Banjir ini mengakibatkan kerugian materil, antara lain 20 unit rumah terdampak, 5 perkantoran, 1 unit fasilitas pendidikan, 1 unit fasilitas kesehatan ikut terdampak.

Banjir rob terjang Indramayu

Banjir rob yang disebabkan gelombang pasang air laut melanda Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat, 13 Desember 2024 sekitar pukul 04.30 WIB. Banjir ini merendam wilayah Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Cantigi, sehingga menyebabkan kerusakan rumah dan lahan pertanian, serta mengganggu kehidupan ribuan warga.

Baca juga: Hari Ini Perairan Laut Indonesia Diguncang Tiga Gempa Tektonik Dangkal

Kondisi air pada Selasa, 17 Desember 2024 mulai surut pada sore hari, namun pasang air laut kembali terjadi pagi ini, Rabu, 18 Desember 2024. BPBD Indramayu tetap memantau perkembangan situasi dan siaga untuk melaksanakan penanganan lebih lanjut, demi memastikan pemulihan berjalan lancar bagi masyarakat yang terdampak.

Sebelumnya, ribuan rumah di tiga desa, meliputi Desa Eretan Wetan, Desa Eretan Kulon, dan Desa Kertawinangun tergenang air dengan kedalaman antara 30 cm hingga 1,10 meter. Selain permukiman, lahan sawah di Desa Bulak juga terendam sekitar 100 ha yang merupakan lahan produktif. Lahan tersebut terendam akibat tanggul Sungai Bendo di pintu saluran pembuangan yang tidak berfungsi jebol, sehingga menyebabkan air rob meluap.

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, sebanyak 4.354 kepala keluarga (KK) terdampak bencana ini, meliputi 2.854 KK di Kecamatan Kandanghaur dan 1.500 KK di Kecamatan Cantigi. Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon di Kecamatan Kandanghaur yang paling parah, karena 2.300 rumah lebih terendam. Sementara Desa Cemara dan Cangkring di Kecamatan Cantigi juga mengalami kerusakan signifikan.

Baca juga: Dampak Bencana Sukabumi Rumah Hancur 129 Keluarga Direlokasi Sementara

Meski tidak ada laporan korban jiwa, bencana ini telah mendorong upaya penanganan bencana dari pihak terkait. BPBD Indramayu, bersama Dinas Ketahanan Pangan telah menyalurkan bantuan logistik berupa mie instan, air mineral, biskuit, beras, dan kebutuhan lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak. Relokasi bagi 93 KK dari Desa Eretan Kulon yang rumahnya rusak parah sedang diproses, dengan lokasi relokasi di Desa Kertawinangun yang saat ini sedang dalam tahap pengurugan.

Pemerintah Indramayu menetapkan pemberlakuan status siaga darurat bencana untuk menghadapi bencana hidrometeorologi mulai 25 November hingga 31 Mei 2025. Mengingat cuaca yang terus berubah, BPBD Indramayu terus bekerja sama dengan aparat terkait untuk mendata dan menangani dampak bencana ini. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: banjir robBencana LongsorKabupaten IndramayuKabupaten Temanggung

Editor

Next Post
Kepala BMKG melakukan inpeksi alat pemantau cuaca di Surabaya, 17 Desember 2024.FOTO Dok. BMKG.

Risiko Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur, BMKG Cek Alat Pemantau Cuaca

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media